AS dan Israel Serang Iran
Radar AS-Israel Babak Belur, Rudal Iran Bebas Meluncur Hantam Banyak Target di Jantung Tel Avivi
Memasuki satu bulan konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran, peta kekuatan di Timur Tengah mulai bergeser tajam.
Ringkasan Berita:
- Sistem pertahanan udara Israel yang selama ini dikenal berlapis dan nyaris tak tertembus, kini justru menunjukkan celah yang mengkhawatirkan.
- Dalam 10 hari terakhir, sejumlah kota strategis seperti Tel Aviv, Dimona, dan Arad dilaporkan mengalami kerusakan signifikan setelah gelombang rudal Iran berhasil menembus sistem intersepsi.
SERAMBINEWS.COM - Memasuki satu bulan konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran, peta kekuatan di Timur Tengah mulai bergeser tajam.
Sistem pertahanan udara Israel yang selama ini dikenal berlapis dan nyaris tak tertembus, kini justru menunjukkan celah yang mengkhawatirkan.
Dalam 10 hari terakhir, sejumlah kota strategis seperti Tel Aviv, Dimona, dan Arad dilaporkan mengalami kerusakan signifikan setelah gelombang rudal Iran berhasil menembus sistem intersepsi.
Awalnya, kegagalan ini dikaitkan dengan menipisnya stok rudal pencegat milik Israel.
Namun, perkembangan terbaru menunjukkan persoalan yang jauh lebih kompleks.
Bahkan kawasan sensitif seperti Dimona yang berada di dekat fasilitas nuklir utama Israel tidak sepenuhnya terlindungi.
Baca juga: Trump Incar Uranium Iran, Operasi Militer Berisiko Tinggi Disiapkan
Temuan terbaru mengarah pada satu titik krusial: lumpuhnya sistem radar dan sensor. Serangan Iran disebut-sebut berhasil merusak “mata” pertahanan udara gabungan AS-Israel, sehingga deteksi dini terhadap ancaman menjadi terganggu.
Selama ini, Israel mengandalkan sistem pertahanan berlapis seperti Iron Dome untuk roket jarak pendek, David’s Sling untuk ancaman menengah, serta Arrow 2 dan Arrow 3 untuk rudal balistik.
Dukungan tambahan dari sistem THAAD milik AS membuat jaringan ini sebelumnya dianggap hampir mustahil ditembus.
Namun realitas di lapangan kini berbeda. Selain intensitas serangan yang tinggi, Iran juga menggunakan taktik “swarm”—mengirim drone dan amunisi dalam jumlah besar secara bersamaan untuk membanjiri sistem pertahanan lawan.
Lebih mengejutkan, laporan berbasis citra satelit mengungkap sedikitnya 10 lokasi radar milik AS di Timur Tengah berhasil diserang sejak konflik dimulai.
Target tersebut termasuk radar canggih AN/TPY-2 yang menjadi tulang punggung sistem THAAD, serta radar AN/FPS-132 di Qatar.
Kerusakan ini berdampak besar. Tanpa dukungan radar dan sensor yang optimal, kemampuan mendeteksi dan merespons ancaman menjadi sangat terbatas—membuka celah bagi rudal Iran untuk meluncur lebih leluasa.
Situasi semakin genting setelah muncul laporan bahwa sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Teluk tidak lagi aman.
Radar AS-Israel Babak Belur
Hujan Rudal Iran
Program Rudal Iran
Rudal Iran Siap Membalas
Serambinews.com
Serambinews
| AS Gunakan Sistem “SkyMap” Ukraina untuk Hadapi Drone Iran di Arab Saudi |
|
|---|
| Iran: Negosiasi tak Berlanjut Tanpa Pencabutan Blokade AS |
|
|---|
| AS dan Israel Siapkan Serangan Besar ke Iran, Gencatan Senjata di Ujung Tanduk |
|
|---|
| Iran Kirim Pesan Tegas ke AS: Cabut Blokade atau tak Ada Negosiasi |
|
|---|
| AS Berambisi Rebut Uranium Iran Lewat Serangan Darat, Pakar Sebut Operasi Rumit dan Berbahaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Rudal-Iran-menghantam-ibukota-Tel-Aviv-di-Israel-Iran-Serang-Israel.jpg)