Program MBG Dievaluasi, 2.162 SPPG Dihentikan Sementara, Ini Penyebabnya
Ia juga menegaskan bahwa jumlah SPPG yang dihentikan masih bisa bertambah seiring proses evaluasi yang terus berjalan.
Ringkasan Berita:
- Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia untuk sementara waktu dihentikan operasinya dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Dari total 26.066 SPPG yang telah berjalan, sebanyak 2.162 unit tidak beroperasi sementara.
- Rinciannya meliputi 1.789 unit yang disuspensi, 368 unit mendapat peringatan pertama (SP1), dan 5 unit dikenai peringatan kedua (SP2).
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia untuk sementara waktu dihentikan operasinya dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dari total 26.066 SPPG yang telah berjalan, sebanyak 2.162 unit tidak beroperasi sementara.
Rinciannya meliputi 1.789 unit yang disuspensi, 368 unit mendapat peringatan pertama (SP1), dan 5 unit dikenai peringatan kedua (SP2).
Pernyataan tersebut disampaikan usai rapat koordinasi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Menurut Zulkifli Hasan, penghentian ini dilakukan karena sejumlah SPPG belum memenuhi standar yang ditetapkan, terutama terkait kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta persyaratan teknis lainnya.
Ia juga menegaskan bahwa jumlah SPPG yang dihentikan masih bisa bertambah seiring proses evaluasi yang terus berjalan.
Baca juga: BGN Hentikan Sementara Operasional 1.256 SPPG di Indonesia Timur, Ini Penyebabnya
Ia menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya pembenahan program.
Pemerintah tidak akan ragu menutup operasional SPPG yang tidak melakukan perbaikan sesuai ketentuan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program MBG merupakan inisiatif besar yang menyasar sekitar 60 juta anak, sehingga implementasinya dilakukan secara bertahap dan membutuhkan penyesuaian di lapangan.
Dalam kesempatan yang sama, pemerintah juga memutuskan perubahan skema penyaluran bantuan.
Jika sebelumnya makanan bergizi diberikan selama enam hari, kini distribusi dilakukan lima hari dalam seminggu, mengikuti hari sekolah.
Meski begitu, kebijakan khusus tetap diberlakukan bagi daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta wilayah dengan tingkat stunting tinggi.
Di daerah-daerah tersebut, penyaluran bantuan dapat dilakukan lebih dari lima hari apabila dibutuhkan.
Baca juga: Yanco Tantang Meurah Mulia Pada Laga Pembuka Turnamen Voli Kapolres Lhokseumawe Cup II
Baca juga: VIDEO IRGC Rekrut Remaja Jadi Relawan Perang Melawan AS Israel
Sudah tayang di Kompas.com
| Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe Pimpin Apel Fungsi, Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Maksimal |
|
|---|
| Kapolres Lhokseumawe: Pengawasan SPPG Harus Ketat untuk Dukung Program MBG |
|
|---|
| VIDEO - Demo Mahasiswa Bengkulu Viral, Insiden Polwan Tersenggol Tuai Reaksi |
|
|---|
| RSUDZA Layani 2.000 Pasien per Hari, Obat Diberikan Administrasi Diurus |
|
|---|
| Prabowo: Anak Orang Kaya Tak Dipaksa Ikut Program Makan Bergizi Gratis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pegawai-SPPG-sedang-menyiapakn-Program-Makan-Bergizi-Gratis-MBG.jpg)