Sabtu, 18 April 2026

Konflik Amerika vs Iran

Tolak Gencatan Senjata 45 Hari, Teheran Minta Perang Berakhir Total, Bukan Sekedar Dijeda

Namun bagi Teheran, jeda sementara dinilai bukan solusi. Iran melihat skema tersebut hanya akan menunda konflik tanpa memberikan kepastian akhir.

Editor: Amirullah
Image created by ChatGPT
Ilustrasi serangan udara yang menghantam fasilitas industri strategis Iran, termasuk pabrik baja, memicu ancaman balasan dari IRGC terhadap industri yang terafiliasi dengan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah. 

SERAMBINEWS.COM – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memasuki fase genting. Iran secara tegas menolak usulan gencatan senjata sementara selama 45 hari yang diajukan melalui jalur diplomatik internasional.

Proposal tersebut sebelumnya dibahas oleh Amerika Serikat bersama sejumlah mediator seperti Pakistan, Mesir, dan Turki sebagai langkah awal menuju penghentian konflik yang lebih luas.

Namun bagi Teheran, jeda sementara dinilai bukan solusi. Iran melihat skema tersebut hanya akan menunda konflik tanpa memberikan kepastian akhir.

Di tengah meningkatnya korban jiwa dan kerusakan sejak akhir Februari 2026, sikap Iran justru semakin mengeras.

Mereka menilai pola gencatan senjata sementara berisiko mengulang siklus lama, di mana pertempuran bisa kembali pecah sewaktu-waktu.

Alih-alih kompromi jangka pendek, Iran menegaskan bahwa satu-satunya jalan adalah penghentian perang secara permanen dan menyeluruh.

Pesan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa posisi Iran tidak akan mudah digoyahkan dalam meja perundingan.

Seperti dilaporkan kantor berita pemerintah Iran, IRNA, tanggapan resmi Teheran telah disampaikan melalui Pakistan yang berperan sebagai mediator utama.

Bersamaan dengan penolakan tersebut, Iran juga mengajukan rencana 10 poin sebagai solusi mengakhiri konflik.

Baca juga: Trump Ultimatum Iran: AS Klaim Bisa Hancurkan Teheran dalam Hitungan Jam

“Kami hanya menerima pengakhiran perang dengan jaminan bahwa kami tidak akan diserang lagi,” ujar Mojtaba Ferdousi Pour, kepala misi diplomatik Iran di Kairo, Senin (6/4/2026).

Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak lagi mempercayai pemerintahan Presiden Donald Trump, setelah Amerika Serikat dua kali melakukan serangan dalam putaran pembicaraan sebelumnya.

Di sisi lain, tekanan dari Washington justru meningkat. Trump mengancam akan menggempur Iran hingga kembali ke “Zaman Batu” jika tidak tercapai kesepakatan, termasuk tuntutan pembukaan kembali Selat Hormuz sebelum tenggat waktu yang ia tetapkan.

Ia menegaskan bahwa batas waktu tersebut, yakni Selasa pukul 20.00 waktu setempat, merupakan tenggat akhir setelah beberapa kali perpanjangan diberikan.

“Seluruh negara bisa dilumpuhkan dalam satu malam, dan malam itu mungkin besok malam,” kata Trump, dilansir dari AP News, Selasa (7/4/2026).

BANGKAI PESAWAT - Foto tersebut menunjukkan sisa-sisa pesawat AS yang jatuh di Iran tengah pada 5 April 2026.
BANGKAI PESAWAT - Foto tersebut menunjukkan sisa-sisa pesawat AS yang jatuh di Iran tengah pada 5 April 2026. (@pegadaian.kanwilmedan)

AS-Israel targetkan ekonomi Iran

Di tengah meningkatnya tekanan terhadap Teheran, Israel turut memperkuat serangannya dengan menargetkan sektor ekonomi strategis Iran.

Sumber: TribunNewsmaker
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved