Sabtu, 30 Mei 2026

AS dan Israel Serang Iran

Israel Mengebom Jembatan Kereta Api di Kashan Iran, Dua Orang Tewas

Kantor Berita Iran Mehr melaporkan bahwa serangan Israel menghantam jembatan kereta api Yahya Abad di kota Kashan, di Iran tengah.

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/MEDSOS
Menurut kantor berita Iran, Mehr News Agency, serangan udara Israel telah menargetkan jembatan kereta api Yahya Abad di Kashan, sebuah kota di Iran tengah. 

Menteri Warisan Budaya Iran telah mengirim surat kepada Direktur Jenderal UNESCO, meminta badan PBB tersebut mengambil sikap tegas, sebagaimana dilaporkan kantor berita ISNA.

Jalur kereta api Trans-Iran sepanjang 1.394 kilometer, yang menghubungkan Laut Kaspia di timur laut dengan Teluk Persia di barat daya, telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 2021.

Pengakuan tersebut diberikan karena skala proyek dan kompleksitas rekayasa teknik yang diperlukan untuk mengatasi rute curam dan tantangan geografis lainnya.

Menteri tersebut menyebut ancaman Israel sebagai serangan terhadap warisan bersama umat manusia, serta mendesak UNESCO untuk segera bertindak guna mencegah aksi militer lebih lanjut.

Serangan Udara Meluas di Iran

Sebelumnya, militer Israel mengklaim telah menyelesaikan gelombang baru serangan udara yang menargetkan berbagai infrastruktur di Iran, termasuk di Teheran.

Menurut kantor berita semi-resmi Iran, Mehr, sebuah bangunan tempat tinggal di pusat Teheran terkena salah satu serangan terbaru. Sebuah sinagoga yang berada di dekat bangunan tersebut juga dilaporkan hancur.

Pada Senin lalu, pasukan Israel menyerang fasilitas petrokimia di sisi Iran dari ladang gas Pars Selatan, yang dikelola bersama dengan Qatar.

Kementerian Kesehatan Iran menyatakan sedikitnya 2.076 orang telah tewas akibat serangan gabungan AS–Israel sejak perang dimulai lebih dari lima minggu lalu.

Jembatan Saudi–Bahrain Ditutup Sementara

Di tengah meningkatnya ketegangan, sebuah jembatan strategis yang menghubungkan Arab Saudi dan Bahrain sempat ditutup sementara.

Otoritas pengelola King Fahd Causeway menyebutkan penutupan dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi serangan Iran yang menargetkan Provinsi Timur Arab Saudi. Jembatan tersebut kemudian dibuka kembali.

Jembatan sepanjang 25 kilometer itu merupakan satu-satunya jalur darat yang menghubungkan Bahrain yang menjadi markas Armada Kelima Angkatan Laut AS dengan Semenanjung Arab.

Sejak perang AS–Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari, Iran telah melancarkan serangan balasan berupa drone dan rudal ke Israel, negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah aset militer AS, serta ke Yordania dan Irak.

“Wilayah Teluk menanggung beban terberat dari konflik ini. Pagi tadi kami melihat banyak alarm dibunyikan di Bahrain, dan beberapa jam sebelumnya juga terdengar di Uni Emirat Arab,” ujar Malik Traina dari Al Jazeera, melaporkan dari Kuwait City.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved