Semakin Bertambah Usia, Mengapa Makin Susah Tidur? Ini Penjelasan Psikolog
Kesulitan tidur seiring bertambahnya usia merupakan keluhan umum yang dipengaruhi berbagai faktor, seperti paparan teknologi, stres pikiran
Ringkasan Berita:
- Paparan gawai sebelum tidur dapat mengganggu proses tertidur karena cahaya layar dan kebiasaan menggunakan perangkat elektronik di malam hari.
- Tekanan pikiran akibat pekerjaan, keuangan, dan urusan keluarga membuat otak tetap aktif sehingga sulit rileks saat waktu tidur.
- Kualitas tidur bisa ditingkatkan dengan menciptakan kamar yang nyaman, membatasi gawai, melakukan ritual sebelum tidur, serta menjaga suhu ruangan tetap sejuk.
SERAMBINEWS.COM - Kesulitan tidur seiring bertambahnya usia merupakan keluhan umum yang dipengaruhi berbagai faktor, seperti paparan teknologi, stres pikiran, dan kondisi tubuh seperti kegerahan.
Jika dibiarkan, kurang tidur dapat berdampak buruk bagi kesehatan fisik maupun mental, sehingga penting menjaga kualitas tidur dan berkonsultasi ke dokter bila gangguan berlanjut.
Banyak orang menyadari bahwa pola tidur mereka berubah drastis seiring bertambahnya usia.
Berbeda dengan masa remaja ketika tidur panjang tanpa gangguan sangat mudah dilakukan, orang dewasa sering kesulitan terlelap, rentan terbangun untuk buang air kecil pada malam hari, atau langsung terjaga pada pagi buta tanpa bisa memejamkan mata kembali.
Psikolog Klinis di NYC Sleep Doctor, AS, Janet Kennedy, Ph.D., mengatakan, kesulitan tidur ini ternyata merupakan keluhan umum di kalangan orang dewasa.
"Salah satu alasan terbesar orang mengalami kesulitan untuk tertidur adalah karena teknologi," kata Kennedy, melansir Real Simple, Rabu (15/4/2026).
Baca juga: Susah Tidur? Coba Konsumsi Makanan Tinggi Triptofan Ini, Bisa Bantu Tingkatkan Kualitas Tidur
Penyebab semakin tua semakin susah tidur
1. Teknologi
Kennedy melanjutkan, manusia masa kini sangat terikat pada gawai dan perangkat elektronik lainnya, yang mana bisa mengganggu percobaan tidur pada malam hari.
"Cara yang bagus untuk menjauh dari perangkatmu adalah dengan menyimpannya di ruangan yang berbeda sebelum kamu ke tempat tidur," tutur dia.
2. Tekanan pikiran
Selain paparan cahaya dari layar gawai yang merusak kualitas istirahat, tekanan pikiran turut membuat otak bekerja ekstra pada malam hari.
Baca juga: Bangun Tengah Malam dan Susah Tidur Lagi? Ini Bukan Sekadar Stres Biasa, Tapi Kenali Tanda Penuaan!
"Dengan jadwal yang sibuk, karier, merawat keluarga, dan sebagainya, memproses semuanya pada siang hari sangatlah melelahkan," jelas Kennedy.
"Jadi, ketika kepala kita akhirnya menyentuh bantal pada malam hari, kita tidak bisa menahan diri untuk tidak memikirkan semua hal yang masih perlu kita lakukan," sambung dia.
Survei dari The Philips pada 2019 dan riset Well+Good menemukan kesimpulan serupa.
Keduanya menetapkan bahwa stres akibat keuangan, beban kerja, hingga konflik keluarga, adalah faktor gaya hidup utama yang merusak kemampuan orang untuk terlelap nyenyak.
| Mitigasi Bencana, Koramil 02/WPS Hijaukan Bantaran Sungai Redelong-Bener Meriah |
|
|---|
| Warga Aceh Timur Terkejut, BBM Non Subsidi Naik Fantastis |
|
|---|
| KNMP Kuala Bireuen Dikelola Koperasi Desa Merah Putih |
|
|---|
| Tim Kecamatan Jeumpa Juara Tarik Tambang HUT ke-24 Abdya |
|
|---|
| Harga BBM Non Subsidi di Aceh Timur Melambung, Pertamina Dex Catat Kenaikan Tertinggi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/insomnia-18042026.jpg)