Wawancara Khusus
Kiprah Ismail Rasyid di Panggung Penting Pengusaha Global
Ismail Rasyid, kiprah di panggung global adalah buah dari perjalanan panjang yang ditempa oleh pengalaman, ketekunan, dan semangat belajar tanpa henti
Pada saat yang sama, Ismail juga memperkenalkan putranya, Jibril Gibran, sebagai Komisaris PT Trans Continent kepada para pengurus organisasi Globalink & Global Value Network, serta para mitra global yang hadir pada pertemuan ini. Ismail Rasyid mengatakan, kehadiran Jibril menandai dimulainya fase transisi kepemimpinan yang telah lama dipersiapkan.
Jibril, lulusan Master of Science in Supply Chain Management dari University of Manchester, diproyeksikan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan perusahaan. Namun bagi Ismail, proses suksesi tidak cukup hanya mengandalkan latar belakang akademik. “Saya ingin anak saya belajar langsung di lapangan, bertemu orang, merasakan dinamika bisnis. Tanpa itu, intelektual saja tidak cukup,” ujarnya.
Selama di Hanoi, tim PT Trans Continent melakukan lebih dari 40 pertemuan bilateral dengan mitra internasional. Dari rangkaian pertemuan tersebut, tercatat tiga hingga empat peluang bisnis besar yang berpotensi direalisasikan dalam waktu dekat.
Bagi Ismail, proses regenerasi bukan sekadar alih jabatan, melainkan transfer nilai, budaya perusahaan, jaringan, dan kepemimpinan. “Transisi itu tidak mulus. Pekerjaan tidak gampang di-takeover. Saya ingin dia memahami kultur perusahaan, leadership, dan bagaimana membumi,” papar Ismail.
Transformasi digital
Selain regenerasi, AGP 2026 menjadi momentum bagi Ismail untuk mempertegas arah transformasi PT Trans Continent. Menurutnya, industri logistik global tidak lagi dapat bertahan dengan pendekatan konvensional.
“Regenerasi, digitalisasi, transformasi--ketiga hal ini harus berjalan beriringan.”
PT Trans Continent kini tengah memperkuat fondasi transformasi melalui sejumlah langkah strategis, antara lain: digitalisasi proses operasional dan dokumentasi; integrasi sistem supply chain berbasis teknologi; peningkatan visibilitas rantai pasok secara real-time; pengembangan layanan berbasis data dan analitik; perekrutan talenta muda dengan kompetensi digital; serta penyelarasan human capital, sistem, dan peralatan.
Transformasi ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi, mempercepat inovasi, dan memperkuat daya saing perusahaan di pasar global.
Aceh dalam peta logistik global
Di balik agenda bisnis internasional, Ismail juga membawa misi besar untuk Aceh. Ia melihat tanah kelahirannya yang berstatus sebagai provinsi paling barat Indonesia ini, memiliki posisi geografis yang sangat strategis di jalur perdagangan dunia.
Dalam beberapa kesempatan pertemuan tatap muka (one on one) dengan mitra bisnisnya di Hanoi, Ismail membahas peluang pengembangan konektivitas antara pelabuhan di Aceh dan Port Klang, Malaysia. Inisiatif ini diharapkan menjadi koridor ekspor baru yang mampu menghubungkan Aceh dengan pasar global secara lebih efisien.
“Secara geografis Aceh sangat potensial. Tapi kebijakan daerah dan pusat harus sinkron. Kalau ini berhasil, Aceh bisa kembali hidup ekonominya dan terbuka keluar masuk dunia,” ujarnya.
Optimisme Ismail Rasyid untuk membuka peluang ekspor-impor Aceh ke pasar global, melalui pelabuhan Klang atau Port Klang Malaysia, muncul setelah dia bersama Alan dan Jibril melakukan diskusi mendalam dengan James Ku, GM Infinity Logistics & Transport Sdn, Bhd, perusahaan logistik dan cargo besar asal Malaysia.
Pertemuan Ismail Rasyid dengan pihak Infinity Logistics & Transport Malaysia dalam forum bisnis di Hanoi, Vietnam, menghasilkan kesepakatan positif. Perusahaan logistik besar asal Malaysia itu menyatakan siap mendukung rencana ekspor-impor langsung melalui pelabuhan Aceh menuju Port Klang, Malaysia dan sebaliknya.
Ismail menyatakan, konektivitas ini akan membawa sejumlah manfaat strategis, antara lain: mempercepat arus ekspor-impor; menurunkan biaya logistik; meningkatkan daya saing produk unggulan Aceh; membuka akses pasar internasional yang lebih luas; serta mendorong pertumbuhan ekonomi regional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Konektivitas-Aceh-Malaysia.jpg)