Wawancara Khusus

‘Aceh Perlu Kehidupan Normal’

Setelah lama tak terdengar, nama mantan Juru Bicara (Jubir) GAM, Sofyan Dawood, kembali menjadi pembicaraan publik

Editor: bakri

Setelah lama tak terdengar, nama mantan Juru Bicara (Jubir) GAM, Sofyan Dawood, kembali menjadi pembicaraan publik. Hal itu tak lepas setelah Sofyan Dawood terlihat satu mobil dengan Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, seusai pelantikan Pj Gubernur di Gedung DPRA, Rabu (6/7/2022) pagi.

Sofyan Dawood disinyalir menjadi suksesor keberhasilan Achmad Marzuki untuk menduduki pemimpin transisi di Aceh pengganti Gubernur demisioner, Ir H Nova Iriansyah MT.

Dalam wawancara khusus dengan wartawan Serambi, Masrizal bin Zairi, wartawan Kompas, Zulkarnain Masry, dan fotografer Serambi, Hendri, pada salah satu hotel di Banda Aceh, Kamis (7/7/2022) pagi, Sofyan berharap, Aceh di bawah kendali Achmad Marzuki bisa lebih maju dan sejahtera dengan memanfaatkan potensi yang ada.

Berikut petikan lengkap wawancaranya:

Bagaimana Anda melihat kondisi Aceh saat ini?

Kita lihat kondisi Aceh hari ini, ada pembicaraan Pj Gubernur Aceh, tapi itu sudah selesai dan Mendagri sudah melantik Pak Achmad Marzuki sebagai Pj Gubernur Aceh.

Ini suasana berbeda, seperti kita makan hari-hari mungkin ada lauk berbeda. 

Mudah-mudahan kita lihat dengan cara-cara ini ada hal lebih baik ke depan untuk Aceh.

Aceh perlu kehidupan yang normal, perekonomian harus difokuskan.

Baca juga: Bupati Aceh Singkil: Selamat Datang dan Selamat Bertugas Pj Gubernur Aceh Jenderal Achmad Marzuki

Baca juga: Achmad Marzuki Resmi Jabat Pj Gubernur Aceh, Ini Harapan Pengusaha Santri Aceh

Saya selaku mantan kombatan GAM, dengan 17 tahun Aceh damai, Aceh sangat aman.

Tidak ada masalah apapun. Mungkin saat ini kekurangan Aceh adalah masalah kesejahteraan, dan tingkat kemiskinan pun pemerintah menyatakan (Aceh sebagai provinsi) termiskin di Sumatera.

Itu kita sangat sedih, dengan dana otsus 80 triliun rupiah lebih, ternyata Aceh masih miskin. Sedih kita lihatnya.

Kalau kita lihat perkembangan Aceh setelah tsunami, uang tsunami 70 triliun rupiah, uang otsus 80 triliun rupiah lebih , hampir 150 triliun rupiah lebih uang mengalir di Aceh.

Tapi, kenapa Aceh masih miskin?

Dimana letaknya hal yang tidak bisa diurus.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved