Minggu, 3 Mei 2026

AS dan Israel Serang Iran

Kesal tak Bantu AS dalam Perang Iran, Pentagon akan Tarik 5.000 Tentara dari Jerman

Washington mengambil langkah tegas menarik sekitar 5.000 tentara AS dari Jerman dalam enam hingga dua belas bulan ke depan. Keputusan ini dipandang

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/Medsos
Pasukan Amerika Serikat tampak dalam sebuah operasi militer. Presiden AS Donald Trump telah mengeluarkan ultimatum bagi penduduk Teheran untuk segera melarikan diri melalui unggahan di media sosial karena ia mengatakan Iran tidak dapat memiliki senjata nuklir. 

Ringkasan Berita:
  • Keputusan ini dipandang sebagai sinyal ketidakpuasan AS atas sikap Eropa yang dinilai tidak sepenuhnya mendukung perang melawan Iran.
  • Kebijakan tersebut diumumkan oleh Pentagon dan dikonfirmasi juru bicaranya, Sean Parnell, pada Jumat.
  • Ia menyebut langkah itu sebagai hasil dari “peninjauan menyeluruh” terhadap postur militer AS di Eropa, dengan mempertimbangkan kebutuhan wilayah operasi dan kondisi di lapangan.

 

SERAMBINEWS.COM - Washington mengambil langkah tegas menarik sekitar 5.000 tentara AS dari Jerman dalam enam hingga dua belas bulan ke depan.

Keputusan ini dipandang sebagai sinyal ketidakpuasan AS atas sikap Eropa yang dinilai tidak sepenuhnya mendukung perang melawan Iran.

Kebijakan tersebut diumumkan oleh Pentagon dan dikonfirmasi juru bicaranya, Sean Parnell, pada Jumat.

Ia menyebut langkah itu sebagai hasil dari “peninjauan menyeluruh” terhadap postur militer AS di Eropa, dengan mempertimbangkan kebutuhan wilayah operasi dan kondisi di lapangan.

Baca juga: AS Minta Bantuan NATO Serang Iran, Spanyol, Turki, Prancis, Jerman, Inggris Menolak, Trump Kecewa

Perintah penarikan pasukan itu ditandatangani Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, dan muncul tak lama setelah ketegangan terbuka antara Presiden AS Donald Trump dan Kanselir Jerman Friedrich Merz.

Pekan ini, Merz memicu kemarahan Washington setelah menyatakan bahwa Iran telah “mempermalukan” Amerika Serikat di meja perundingan.

Pernyataan itu membuat Trump geram. Ia menuduh Merz berpandangan bahwa Iran seharusnya dibiarkan mengembangkan senjata nuklir.

Sejak Rabu, Trump telah memberi isyarat soal pengurangan pasukan, dengan menyebut Washington sedang “mempelajari dan meninjau” opsi tersebut sebelum menegaskan keputusan akan diambil “dalam waktu singkat”.

Pola hukuman terhadap sekutu

Penarikan pasukan dari Jerman dinilai sebagai bagian dari pola tekanan Trump terhadap negara-negara Eropa yang dianggap menjauh dari perang melawan Iran atau menolak berkontribusi dalam pengerahan militer di Selat Hormuz jalur vital yang kini praktis ditutup pasukan Iran bagi pelayaran internasional.

Trump bahkan mengancam menarik pasukan dari Italia dan Spanyol. Ia menilai Roma tidak membantu, sementara Madrid disebutnya “benar-benar mengerikan” dalam merespons perang.

Berdasarkan data akhir 2025 yang dikutip AFP, AS memiliki 12.662 personel aktif di Italia dan 3.814 di Spanyol, dibandingkan 36.436 personel di Jerman.

Dalam sidang kongres pada Kamis, Hegseth mengungkapkan perang 60 hari melawan Iran sejauh ini menelan biaya sekitar US$25 miliar.

Namun, pejabat AS yang mengetahui penilaian internal mengatakan kepada CBS News bahwa angka sebenarnya mendekati US$50 miliar, hampir dua kali lipat, karena estimasi resmi belum sepenuhnya memasukkan kerusakan atau kehancuran peralatan serta instalasi militer AS.

Berlin tarik garis merah

Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menyatakan Berlin siap menghadapi pengurangan pasukan AS dan tengah berkoordinasi erat dengan mitra NATO.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved