Konflik Amerika vs Iran
Trump Ancam Serangan Baru ke Iran Jika Membangkang
“Mereka memberi tahu saya tentang konsep kesepakatan itu. Mereka akan memberi saya kata-kata persisnya sekarang,” kata Trump,
Ringkasan Berita:
- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan ancaman terhadap Iran. Ia menyatakan bahwa Washington dapat melancarkan serangan baru jika Teheran “berperilaku buruk”.
- Seorang pejabat senior Iran menyebut proposal terbaru Teheran mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz serta penghentian blokade AS. Namun, pembahasan program nuklir diusulkan untuk ditunda.
SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan ancaman terhadap Iran. Ia menyatakan bahwa Washington dapat melancarkan serangan baru jika Teheran “berperilaku buruk”.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat menjawab pertanyaan wartawan sebelum bertolak ke Miami dari West Palm Beach, Florida, Sabtu (2/5/2026).
“Mereka memberi tahu saya tentang konsep kesepakatan itu. Mereka akan memberi saya kata-kata persisnya sekarang,” kata Trump, merujuk pada proposal terbaru Iran.
Namun, melalui unggahannya di Truth Social, Trump mengaku sulit membayangkan proposal tersebut dapat diterima. Ia juga menilai Iran belum “membayar harga yang cukup” atas tindakannya.
Ketika ditanya kemungkinan melanjutkan serangan, Trump menjawab, “Jika mereka berperilaku buruk, jika mereka melakukan sesuatu yang buruk, kita akan lihat. Itu adalah kemungkinan.”
Trump kembali menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah diizinkan memiliki senjata nuklir.
Proposal Iran dan Ketegangan di Selat Hormuz
Seorang pejabat senior Iran menyebut proposal terbaru Teheran mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz serta penghentian blokade AS.
Namun, pembahasan program nuklir diusulkan untuk ditunda.
Laporan Reuters dan media lainnya menyebut Iran menawarkan pembukaan selat tersebut sebelum isu nuklir diselesaikan. Proposal itu telah disampaikan secara formal kepada AS melalui mediator, termasuk Pakistan.
Di sisi lain, Trump mengaku tidak puas dengan isi proposal tersebut, meski ia menekankan lebih memilih jalur diplomasi dibandingkan aksi militer.
Baca juga: Supertanker Iran Tembus Blokade AS, 1,9 Juta Barel Minyak “Diselundupkan” ke Asia Pasifik
Klaim Perpecahan Internal Iran
Dalam pernyataan terpisah di Gedung Putih, Trump mengklaim adanya perpecahan di tubuh kepemimpinan Iran.
“Mereka memiliki dua atau tiga kelompok, mungkin empat, dan kepemimpinannya sangat terpecah. Mereka semua ingin mencapai kesepakatan, tetapi berada dalam kekacauan,” ujarnya.
| Iran Ajukan 14 Syarat Perdamaian ke AS dan Israel: Ganti Rugi hingga Aturan Baru di Selat Hormuz |
|
|---|
| Proposal Damai Iran Ditolak Trump, Ketegangan Timur Tengah Memanas Lagi: Saya Hancurkan Mereka |
|
|---|
| AS Sebut Perang Iran Sudah Berakhir, Picu Sorotan Soal Legalitas Operasi Militer |
|
|---|
| Iran Kerahkan Sistem Pertahanan Udara Usai Deteksi Drone Pengintai di Teheran |
|
|---|
| Iran Siaga Perang, Tegaskan Akan Balas Setiap Serangan AS, Dunia Waspadai Perang Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Presiden-Amerika-Serikat-Donald-Trump-mengunggah-pidato.jpg)