Senin, 18 Mei 2026

Konflik Amerika vs Iran

Trump Ancam Serangan Baru ke Iran Jika Membangkang

“Mereka memberi tahu saya tentang konsep kesepakatan itu. Mereka akan memberi saya kata-kata persisnya sekarang,” kata Trump,

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Istimewa
5 TUJUAN PERANG - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengunggah pidato terbarunya di media sosial Truth Social yang berisi pernyataan tegas terkait serangan militer terhadap Iran. (Dok./Truth Social) 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan ancaman terhadap Iran. Ia menyatakan bahwa Washington dapat melancarkan serangan baru jika Teheran “berperilaku buruk”.
  • Seorang pejabat senior Iran menyebut proposal terbaru Teheran mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz serta penghentian blokade AS. Namun, pembahasan program nuklir diusulkan untuk ditunda.

 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan ancaman terhadap Iran. Ia menyatakan bahwa Washington dapat melancarkan serangan baru jika Teheran “berperilaku buruk”.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat menjawab pertanyaan wartawan sebelum bertolak ke Miami dari West Palm Beach, Florida, Sabtu (2/5/2026).

“Mereka memberi tahu saya tentang konsep kesepakatan itu. Mereka akan memberi saya kata-kata persisnya sekarang,” kata Trump, merujuk pada proposal terbaru Iran.

Namun, melalui unggahannya di Truth Social, Trump mengaku sulit membayangkan proposal tersebut dapat diterima. Ia juga menilai Iran belum “membayar harga yang cukup” atas tindakannya.

Ketika ditanya kemungkinan melanjutkan serangan, Trump menjawab, “Jika mereka berperilaku buruk, jika mereka melakukan sesuatu yang buruk, kita akan lihat. Itu adalah kemungkinan.”

Trump kembali menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah diizinkan memiliki senjata nuklir.

 
Proposal Iran dan Ketegangan di Selat Hormuz

Seorang pejabat senior Iran menyebut proposal terbaru Teheran mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz serta penghentian blokade AS.

Namun, pembahasan program nuklir diusulkan untuk ditunda.

Laporan Reuters dan media lainnya menyebut Iran menawarkan pembukaan selat tersebut sebelum isu nuklir diselesaikan. Proposal itu telah disampaikan secara formal kepada AS melalui mediator, termasuk Pakistan.

Di sisi lain, Trump mengaku tidak puas dengan isi proposal tersebut, meski ia menekankan lebih memilih jalur diplomasi dibandingkan aksi militer.

Baca juga: Supertanker Iran Tembus Blokade AS, 1,9 Juta Barel Minyak “Diselundupkan” ke Asia Pasifik

 
Klaim Perpecahan Internal Iran

Dalam pernyataan terpisah di Gedung Putih, Trump mengklaim adanya perpecahan di tubuh kepemimpinan Iran.

“Mereka memiliki dua atau tiga kelompok, mungkin empat, dan kepemimpinannya sangat terpecah. Mereka semua ingin mencapai kesepakatan, tetapi berada dalam kekacauan,” ujarnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved