Luar Negeri
Inggris Siaga Penuh, Kirim Jet Tempur dan Kapal Perang ke Selat Hormuz
Langkah Inggris memperkuat kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah dipicu meningkatnya ketegangan akibat perang yang melibatkan Iran.
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Inggris mengumumkan pengerahan kapal perang, jet tempur, serta peralatan pemburu ranjau otonom ke Selat Hormuz sebagai bagian dari misi pertahanan multinasional guna mengamankan jalur pelayaran komersial di kawasan strategis tersebut.
- Misi tersebut akan segera dijalankan setelah situasi keamanan di lapangan dinilai memungkinkan.
- Gangguan di selat tersebut dilaporkan telah menghambat ekspor minyak global dan memicu kenaikan harga energi internasional.
SERAMBINEWS.COM, LONDON - Pemerintah Inggris mengumumkan pengerahan kapal perang, jet tempur, serta peralatan pemburu ranjau otonom ke Selat Hormuz sebagai bagian dari misi pertahanan multinasional guna mengamankan jalur pelayaran komersial di kawasan strategis tersebut.
Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, menyampaikan komitmen itu dalam pertemuan puncak virtual yang dihadiri lebih dari 40 menteri pertahanan negara mitra, sebagaimana dilaporkan AFP pada Selasa (12/5/2026).
Healey menegaskan bahwa misi tersebut akan segera dijalankan setelah situasi keamanan di lapangan dinilai memungkinkan.
“Bersama sekutu kami, misi multinasional ini akan bersifat defensif, independen, dan kredibel,” ujar Healey.
Langkah Inggris memperkuat kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah dipicu meningkatnya ketegangan akibat perang yang melibatkan Iran.
Konflik tersebut berdampak besar terhadap lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia.
Gangguan di selat tersebut dilaporkan telah menghambat ekspor minyak global dan memicu kenaikan harga energi internasional.
Sekitar seperlima pasokan minyak dunia diketahui melintasi Selat Hormuz setiap harinya.
Baca juga: VIDEO Detik-detik Kapal Perang AS Kabur Ditembaki Iran di Selat Hormuz
Untuk mendukung operasi tersebut, pemerintah Inggris menyiapkan tambahan dana sebesar 115 juta poundsterling atau sekitar Rp 2,7 triliun.
Anggaran itu akan digunakan untuk pengadaan drone pemburu ranjau dan sistem pertahanan anti-drone.
Beberapa aset utama yang akan dikerahkan antara lain kapal perusak HMS Dragon serta jet tempur Eurofighter Typhoon.
Selain itu, Inggris juga akan mengoperasikan sistem otonom berupa drone kapal berkecepatan tinggi dan perangkat deteksi ranjau laut untuk memastikan jalur pelayaran tetap aman dari ancaman bawah air.
Pengerahan tambahan ini akan memperkuat kehadiran militer Inggris yang sudah ada di kawasan tersebut.
Saat ini, lebih dari 1.000 personel militer Inggris telah ditempatkan di Timur Tengah sebagai bagian dari operasi pertahanan yang sedang berlangsung, termasuk tim penangkal drone dan skuadron jet tempur siaga cepat.
| Arab Saudi Diam-diam Serang Iran, Konflik Timur Tengah Kian Memanas |
|
|---|
| Militan Ledakkan Bom Mobil dan Serang Pos Polisi di Pakistan, 12 Petugas Tewas |
|
|---|
| WHO Peringatkan 12 Negara soal Potensi Penyebaran Hantavirus dari Kapal Pesiar MV Hondius |
|
|---|
| Detik-detik Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Pesawat Saat Lepas Landas di Bandara |
|
|---|
| Kim Jong Un Luncurkan Kapal Perang Nuklir Pertama ke Laut Lepas, Ancaman Baru Mengintai AS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kapal-perusak-HMS-Dragon-milik-Angkatan-Laut-Kerajaan-Inggris.jpg)