Jumat, 15 Mei 2026

Sejarah

Ternyata Ini Alasannya! Mengapa Ada Desa Bernama 'Marjanji Aceh' di Hulu Asahan, Sumatra Utara

Desa Marjanji Aceh yang berada di wilayah Hulu Asahan, Sumatera Utara, menarik perhatian karena kisah sejarah di balik penamaannya.

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Ansari Hasyim
Google Maps
Tangkapan layar lokasi Desa Marjanji Aceh di Google Maps, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. 

Ternyata Ini Alasannya! Mengapa Ada Desa Bernama 'Marjanji Aceh' di Hulu Asahan, Sumatra Utara

SERAMBINEWS.COM- Desa Marjanji Aceh yang berada di wilayah Hulu Asahan, Sumatera Utara, menarik perhatian karena kisah sejarah di balik penamaannya.

Banyak orang bertanya mengapa sebuah desa di Asahan memiliki nama yang identik dengan Aceh, padahal secara geografis jaraknya cukup jauh dari Tanah Rencong.

Desa ini berjarak sekitar 9 kilometer dari ibu kota Kecamatan Aek Songsongan dengan jumlah penduduk sekitar 2.902 jiwa yang tersebar di tujuh dusun.

Namun di balik data administratif tersebut, tersimpan cerita sejarah yang hidup di tengah masyarakat hingga saat ini. 

Desa ini bukan sekadar wilayah administratif biasa, melainkan sebuah prasasti hidup yang menyimpan kisah persatuan bangsa.

Dikutip Serambinews melalui akun Tiktok Hery Terajana (14/5/2026), sejarah desa ini membawa kita kembali ke masa ratusan tahun silam saat ego kekuasaan dikalahkan oleh kearifan lokal.

Baca juga: Sesepuh “Turun Gunung”, Bongkar Sejarah Pemekaran Aceh Singkil

Ekspansi Kesultanan Aceh di Hulu Asahan

Kisah heroik di balik nama desa ini bermula pada periode tahun 1612 hingga 1615, yang merupakan masa kejayaan Sultan Iskandar Muda.

Berdasarkan catatan sejarawan ternama Denis Lombard, pengaruh Kesultanan Aceh pada masa itu merambah sangat jauh hingga ke wilayah hulu Sungai Asahan.

Pasukan dari Aceh masuk menyusuri aliran sungai yang menjadi urat nadi transportasi utama pada zaman tersebut.

Kedatangan armada Aceh ini bertujuan untuk memperluas pengaruh dan mengamankan jalur perdagangan hasil bumi yang sangat melimpah.

Di wilayah hulu tersebut, mereka berhadapan dengan penguasa lokal yang dipimpin oleh Marga Simargolang.

Pertemuan dua kekuatan besar ini awalnya memicu ketegangan yang sangat hebat di wilayah hulu Asahan.

Persaingan untuk mengendalikan tanah yang subur dan jalur perdagangan strategis nyaris berujung pada peperangan besar.

Baca juga: Sejarah Aceh Hari Ini – Tragedi Simpang KKA 3 Mei 1999, Tembakan Membabibuta oleh Aparat ke Warga

Jalan Damai di Tepian Sungai

Ketegangan bersenjata antara pasukan Aceh dan masyarakat lokal di bawah Marga Simargolang sempat berada di titik kritis.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved