Konflik Amerika vs Iran
AS Kecolongan! Iran Diam-diam Bangkit dan Mulai Produksi Massal Drone Lagi
Teheran disebut telah kembali memulai sebagian produksi drone hanya beberapa pekan setelah gencatan senjata enam minggu dimulai pada awal April 2026.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun menyebut tuduhan tersebut “tidak berdasarkan fakta”.
Trump Kembali Ancam Iran
Situasi tersebut menjadi semakin sensitif karena Presiden AS Donald Trump terus mengancam akan melanjutkan operasi militer jika negosiasi dengan Iran gagal mencapai kesepakatan permanen.
Trump bahkan mengatakan pekan ini dirinya hampir kembali memerintahkan pengeboman terhadap Iran hanya dalam waktu satu jam.
Namun di tengah ancaman tersebut, intelijen AS kini mulai menyadari bahwa Iran ternyata masih mempertahankan sebagian besar kemampuan strategisnya.
Middle East Monitor melaporkan para pejabat AS kini mengakui perang memang berhasil melemahkan Iran, tetapi gagal menghancurkan kekuatan militernya secara total.
Kondisi itu membuat Washington khawatir konflik baru melawan Iran justru dapat berlangsung jauh lebih panjang, mahal, dan sulit dikendalikan dibanding perkiraan awal Pentagon.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| Trump Ultimatum Iran 3 Hari, Ancam Serangan Besar Jika Gagal Capai Kesepakatan Damai |
|
|---|
| Trump Klaim Iran Mulai Melemah, Yakin Perang Segera Berakhir |
|
|---|
| Warga Iran Ikuti Pelatihan Militer Sipil di Teheran Persiapan Lawan AS-Israel |
|
|---|
| AS Gunakan Pangkalan Militer di Jerman untuk Kirim Senjata ke Israel |
|
|---|
| Trump Tunda Serangan ke Iran, Harga Minyak Dunia Turun Lebih dari 2 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-drone-iran.jpg)