Konflik Amerika vs Iran
AS Kecolongan! Iran Diam-diam Bangkit dan Mulai Produksi Massal Drone Lagi
Teheran disebut telah kembali memulai sebagian produksi drone hanya beberapa pekan setelah gencatan senjata enam minggu dimulai pada awal April 2026.
Selain itu, sebagian besar rudal jelajah pertahanan pantai Iran juga disebut tidak terkena serangan langsung karena bukan menjadi fokus utama operasi AS.
Kondisi tersebut memungkinkan Iran tetap memiliki kemampuan besar untuk mengancam jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.
Jika perang kembali pecah, Iran diperkirakan dapat mengganti keterbatasan rudal balistik dengan serangan drone massal terhadap Israel maupun negara-negara Teluk sekutu AS.
Middle East Monitor melaporkan pemulihan cepat itu menunjukkan Iran masih menjadi ancaman strategis utama di kawasan Asia Barat.
Klaim Pentagon Mulai Dipertanyakan
Temuan intelijen terbaru juga memunculkan keraguan terhadap klaim Pentagon sebelumnya.
Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper sempat mengatakan Operasi Epic Fury berhasil menghancurkan sekitar 90 persen basis industri pertahanan Iran.
“Operasi Epic Fury secara signifikan melemahkan rudal balistik dan drone Iran sekaligus menghancurkan 90 persen basis industri pertahanan mereka,” ujar Cooper dalam sidang Komite Angkatan Bersenjata DPR AS.
Namun dua sumber intelijen mengatakan penilaian terbaru justru menunjukkan kerusakan tersebut kemungkinan hanya memperlambat pemulihan Iran selama beberapa bulan, bukan bertahun-tahun seperti yang diklaim sebelumnya.
CNN juga melaporkan sebagian besar peluncur rudal Iran ternyata masih bertahan.
Penilaian intelijen terbaru menyebut sekitar dua pertiga peluncur rudal Iran masih dapat digunakan, termasuk yang sebelumnya tertimbun akibat serangan udara lalu kembali digali selama masa gencatan senjata.
China dan Rusia Disebut Ikut Membantu
Laporan CNN juga mengungkap Iran diduga mampu bangkit lebih cepat karena mendapat bantuan teknologi dan pasokan komponen dari Rusia serta China.
Dua sumber intelijen AS mengatakan Beijing masih memasok komponen yang dapat digunakan untuk memproduksi drone dan rudal meski jalur distribusi sempat terganggu akibat blokade AS di Selat Hormuz.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahkan menuduh China membantu program rudal Iran.
“China memberikan Iran komponen untuk pembuatan rudal,” kata Netanyahu kepada CBS.
Namun tuduhan itu langsung dibantah pemerintah China.
| Trump Ultimatum Iran 3 Hari, Ancam Serangan Besar Jika Gagal Capai Kesepakatan Damai |
|
|---|
| Trump Klaim Iran Mulai Melemah, Yakin Perang Segera Berakhir |
|
|---|
| Warga Iran Ikuti Pelatihan Militer Sipil di Teheran Persiapan Lawan AS-Israel |
|
|---|
| AS Gunakan Pangkalan Militer di Jerman untuk Kirim Senjata ke Israel |
|
|---|
| Trump Tunda Serangan ke Iran, Harga Minyak Dunia Turun Lebih dari 2 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-drone-iran.jpg)