Konflik Amerika vs Iran
AS Kecolongan! Iran Diam-diam Bangkit dan Mulai Produksi Massal Drone Lagi
Teheran disebut telah kembali memulai sebagian produksi drone hanya beberapa pekan setelah gencatan senjata enam minggu dimulai pada awal April 2026.
Ringkasan Berita:
- Intelijen AS mengungkap Iran diam-diam kembali membangun kekuatan militernya dan memulai lagi produksi drone saat gencatan senjata berlangsung.
- Iran disebut memperbaiki fasilitas senjata, memindahkan peluncur rudal, serta mampu memulihkan serangan drone hanya dalam enam bulan.
- Temuan ini membuat Pentagon khawatir karena klaim penghancuran besar-besaran militer Iran kini mulai dipertanyakan.
SERAMBINEWS.COM - Amerika Serikat mulai menghadapi kekhawatiran baru setelah laporan intelijen terbaru mengungkap Iran diam-diam membangun kembali kekuatan militernya di tengah masa gencatan senjata dengan Washington dan Israel.
Dikutip dari CNN, Teheran disebut telah kembali memulai sebagian produksi drone hanya beberapa pekan setelah gencatan senjata enam minggu dimulai pada awal April 2026.
Empat sumber yang mengetahui isi laporan intelijen AS menyebut pemulihan kemampuan militer Iran berlangsung jauh lebih cepat dibanding perkiraan awal Pentagon.
Temuan itu memunculkan kekhawatiran baru di Washington. Sebab sebelumnya, AS dan Israel mengklaim serangan gabungan mereka telah melumpuhkan kemampuan pertahanan Iran dalam jangka panjang.
Namun laporan intelijen terbaru justru menunjukkan Iran mampu kembali mengaktifkan fasilitas produksi senjatanya dalam waktu relatif singkat.
“Pihak Iran telah melampaui semua tenggat waktu yang ditetapkan oleh komunitas intelijen untuk rekonstitusi,” kata seorang pejabat AS kepada CNN.
Baca juga: Alat Tak Memadai, BPBD Aceh Tamiang Sewa Perahu Nelayan Mencari Korban Tenggelam Laut Seruway
Iran Mulai Bangun Lagi Basis Militernya
Menurut laporan intelijen tersebut, Iran tidak hanya kembali memproduksi drone.
Teheran juga disebut mulai memindahkan dan mengganti lokasi peluncur rudal, memperbaiki sistem persenjataan utama, hingga membangun kembali kapasitas manufaktur militer yang sebelumnya rusak akibat serangan AS dan Israel.
CNN melaporkan sebagian fasilitas industri pertahanan Iran ternyata masih bertahan dari pemboman, sehingga proses pemulihan tidak dimulai sepenuhnya dari nol.
Kondisi itu membuat kemampuan militer Iran pulih lebih cepat dari prediksi awal Washington.
Sejumlah pejabat intelijen bahkan memperkirakan Iran dapat memulihkan penuh kemampuan serangan drone hanya dalam waktu sekitar enam bulan.
Kecepatan pemulihan tersebut disebut mengejutkan Pentagon dan kembali memunculkan pertanyaan soal efektivitas operasi militer besar-besaran yang sebelumnya dilakukan AS dan Israel terhadap Iran.
Baca juga: Imbas Bentrok Antrarmahasiswa hingga Pembakaran Gedung, USK Terapkan Kuliah Daring untuk FT dan FP
Drone Jadi Ancaman Baru
Para pejabat AS kini menilai ancaman terbesar Iran justru berasal dari armada drone yang tetap bertahan setelah perang.
Menurut dua sumber intelijen yang dikutip CNN, sekitar 50 persen kemampuan drone Iran dilaporkan masih utuh meski perang berlangsung selama berminggu-minggu.
| Trump Ultimatum Iran 3 Hari, Ancam Serangan Besar Jika Gagal Capai Kesepakatan Damai |
|
|---|
| Trump Klaim Iran Mulai Melemah, Yakin Perang Segera Berakhir |
|
|---|
| Warga Iran Ikuti Pelatihan Militer Sipil di Teheran Persiapan Lawan AS-Israel |
|
|---|
| AS Gunakan Pangkalan Militer di Jerman untuk Kirim Senjata ke Israel |
|
|---|
| Trump Tunda Serangan ke Iran, Harga Minyak Dunia Turun Lebih dari 2 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-drone-iran.jpg)