Selasa, 2 Juni 2026

Perang Iran vs AS

Update Hari ke-87 Perang Iran: Trump Tak Mau Terburu-buru, Harapan Damai AS-Iran Mulai Meredup

Harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran kembali meredup saat perang memasuki hari ke-87.

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM/AI
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pemerintahannya tidak akan terburu-buru menandatangani kesepakatan dengan Iran. 

Update Hari ke-87 Perang Iran: Trump Tak Mau Terburu-buru, Harapan Damai AS-Iran Mulai Meredup

SERAMBINEWS.COM – Harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran kembali meredup saat perang memasuki hari ke-87.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pemerintahannya tidak akan terburu-buru menandatangani kesepakatan dengan Iran, meskipun sehari sebelumnya sempat muncul optimisme bahwa negosiasi hampir mencapai titik akhir.

Dikutip Serambinews.com melalui Al Jazeera, Minggu (25/5/2026), Trump meminta tim negosiator AS untuk tetap berhati-hati dalam proses pembicaraan dengan Teheran.

Melalui platform Truth Social, Trump menegaskan bahwa blokade Amerika Serikat terhadap kapal-kapal Iran di Selat Hormuz akan tetap diberlakukan sampai kesepakatan resmi benar-benar disahkan dan ditandatangani.

“Kesepakatan harus dilakukan dengan benar. Kami tidak akan terburu-buru,” tulis Trump.

Pernyataan itu langsung menghancurkan optimisme yang sebelumnya muncul setelah Trump sempat menyebut bahwa kesepakatan dengan Iran “sebagian besar telah dinegosiasikan”.

Namun hingga kini, pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan terbaru Presiden AS tersebut.

Baca juga: Trump Buka Peluang Damai Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Rontok

Perundingan Masih Terkendala Isu Besar

Media Iran yang dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Tasnim, melaporkan bahwa masih ada sejumlah hambatan besar dalam proses negosiasi.

Salah satu isu utama adalah tuntutan Iran agar aset-aset mereka yang dibekukan di luar negeri segera dicairkan.

Selain itu, kedua negara juga masih berselisih mengenai program nuklir Iran, pencabutan sanksi ekonomi, serta keterlibatan Iran dalam konflik regional termasuk perang Israel di Lebanon.

Seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengatakan kepada Reuters bahwa kesepakatan damai belum akan ditandatangani dalam waktu dekat karena proses negosiasi dianggap bergerak terlalu lambat dari pihak Iran.

Meski demikian, pejabat tersebut mengklaim Iran pada prinsipnya telah bersedia membuka kembali Selat Hormuz sebagai imbalan pencabutan blokade laut oleh Amerika Serikat.

Iran juga disebut diminta untuk menyerahkan uranium yang diperkaya dalam jumlah besar sebagai bagian dari syarat kesepakatan.

Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Teheran mengenai hal tersebut.

Baca juga: Unik! Kerbau Bule di Bangladesh Dinamakan Donald Trump, Akan Disembelih saat Idul Adha

Ketegangan Selat Hormuz Masih Jadi Sorotan

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved