Konflik Amerika vs Iran
AS dan Iran Kembali Saling Balas Serangan Udara, Kuwait Tingkatkan Kewaspadaan
Gangguan berkepanjangan mulai memicu kekhawatiran pasar internasional dan mendorong kenaikan harga energi global.
Ringkasan Berita:
- Ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan melancarkan gelombang serangan udara baru sepanjang akhir pekan.
- Eskalasi ini terjadi di tengah mandeknya upaya negosiasi gencatan senjata yang sebelumnya diharapkan mampu meredakan konflik kedua negara.
- Situasi yang terus memburuk turut berdampak pada keamanan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.
SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON – Ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan melancarkan gelombang serangan udara baru sepanjang akhir pekan.
Eskalasi ini terjadi di tengah mandeknya upaya negosiasi gencatan senjata yang sebelumnya diharapkan mampu meredakan konflik kedua negara.
Situasi yang terus memburuk turut berdampak pada keamanan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.
Hingga saat ini, jalur strategis tersebut dilaporkan masih mengalami gangguan serius sehingga menghambat lalu lintas kapal dagang dan energi dunia.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi terpenting di dunia.
Sekitar 20 persen perdagangan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) global biasanya melintasi kawasan tersebut.
Gangguan berkepanjangan mulai memicu kekhawatiran pasar internasional dan mendorong kenaikan harga energi global.
Baca juga: Jet Tempur F-16 AS hampir Kehabisan BBM Saat Serang Iran
AS Targetkan Infrastruktur Militer Iran
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa jet tempur Amerika telah melaksanakan serangkaian serangan udara yang disebut sebagai operasi defensif.
Dalam pernyataan resminya, CENTCOM menyebut serangan itu menargetkan radar militer Iran serta fasilitas komando dan kendali drone yang berada di wilayah Goruk dan Pulau Qeshm.
"Komando Pusat AS melakukan serangan bela diri terhadap radar Iran dan situs komando serta kendali untuk pesawat tanpa awak (drone) di Goruk, Iran, dan Pulau Qeshm akhir pekan ini," demikian pernyataan CENTCOM melalui media sosial X.
Menurut militer AS, serangan tersebut berhasil menghancurkan sistem pertahanan udara Iran, satu stasiun kendali darat, serta dua unit drone yang dinilai mengancam keselamatan kapal-kapal yang melintas di perairan regional.
Pentagon menegaskan tidak ada korban dari pihak militer AS dalam operasi tersebut.
Washington juga menyatakan serangan itu merupakan respons atas sejumlah tindakan Iran sebelumnya, termasuk penembakan jatuh drone MQ-1 milik AS yang diklaim sedang beroperasi di wilayah udara internasional.
| AS Klaim Iran Siap Berdamai, Selat Hormuz Akan Dibuka Penuh |
|
|---|
| AS dan Iran Capai Kesepakatan Tentatif, Bahas Gencatan Senjata 60 Hari hingga Program Nuklir |
|
|---|
| Iran Serang Balik AS, Ketegangan di Selat Hormuz Kian Memanas |
|
|---|
| Timur Tengah Memanas! Iran Tuding AS Mulai Perang Hibrida, Pentagon Bidik Serangan Terbaru |
|
|---|
| Iran Tuduh AS Langgar Gencatan Senjata, Israel Gempur Lebanon hingga Tewaskan Puluhan Orang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Presiden-Amerika-Serikat-Donald-Trump-mengakui-bahwa-faktor-dendam-pribadi-jadi-alasan-serang-iran.jpg)