Breaking News
Rabu, 10 Juni 2026

Gempa Filipina

Update Gempa M 7,8 Guncang Filipina Selatan: Bangunan Ambruk, Tiga Orang Tewas dan Ribuan Mengungsi

Di lokasi lain, sebuah gedung sekolah juga dilaporkan ambruk, meski saat kejadian bangunan tersebut tidak berpenghuni.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Faisal Zamzami
canva.com
Ilustrasi gempa bumi. 

Ringkasan Berita:
  • Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,8 mengguncang wilayah selatan Filipina pada 8 Juni 2026
  • Jumlah korban jiwa dilaporkan bertambah menjadi tiga orang akibat tertimpa reruntuhan bangunan
  • Bencana ini memicu peringatan tsunami di kawasan Pasifik termasuk Indonesia dan Palau
  • Presiden Ferdinand Marcos Jr. memerintahkan evakuasi massal dan penghentian kegiatan sekolah
  • Infrastruktur publik seperti pusat perbelanjaan dan sekolah dilaporkan mengalami kerusakan parah

 


SERAMBINEWS.COM, MANILA – Jumlah korban jiwa akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 7,8 yang mengguncang wilayah selatan Filipina pada Senin (8/6/2026) bertambah menjadi tiga orang.

Gempa kuat tersebut juga memicu peringatan tsunami di sejumlah negara di kawasan Pasifik.

Gempa yang berpusat di lepas pantai dekat Kota General Santos, Filipina selatan, mengguncang wilayah berpenduduk sekitar 720.000 jiwa itu dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan.

Setelah gempa utama, serangkaian gempa susulan berkekuatan besar kembali mengguncang kawasan tersebut sekitar dua jam kemudian.

Video yang beredar di media sosial dan telah diverifikasi oleh AFP menunjukkan sebuah pusat perbelanjaan yang di dalamnya terdapat restoran cepat saji Jollibee runtuh hingga menjadi puing-puing.

Di lokasi lain, sebuah gedung sekolah juga dilaporkan ambruk, meski saat kejadian bangunan tersebut tidak berpenghuni.

"Ya Tuhan, ini benar-benar runtuh! Gedung ini benar-benar runtuh!" teriak seorang warga dalam rekaman saat gedung sekolah tersebut roboh.

Baca juga: Gempa M 7,8 Filipina Tewaskan Satu Orang, Picu Peringatan Tsunami hingga Jepang dan Indonesia

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (Pacific Tsunami Warning Center/PTWC) mengeluarkan peringatan bahwa gelombang tsunami berpotensi terjadi dalam tiga jam setelah gempa di wilayah pesisir Filipina, Indonesia, Palau, Taiwan, dan Papua Nugini.

Mayor Polisi Roland Catoburan mengatakan dua korban meninggal dunia akibat tertimpa tembok yang runtuh di Alabel, sebuah kota yang berada dekat dengan General Santos.

Sementara itu, Sersan Kepala Robert Dagon dari Kepolisian General Santos mengonfirmasi satu korban jiwa lainnya serta empat orang mengalami luka-luka.

"Banyak bangunan yang terdampak, tetapi kami belum bisa memberikan rincian karena masih fokus pada operasi penyelamatan yang sedang berlangsung," ujar Dagon kepada AFP.

Menanggapi situasi darurat tersebut, Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr., memerintahkan penghentian sementara kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak di Pulau Mindanao.

Ia juga meminta warga yang tinggal di daerah pesisir untuk segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

"Pindah ke tempat yang lebih tinggi sekarang. Jangan menunggu. Hidup Anda lebih penting daripada apa pun yang tertinggal," tegas Marcos.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved