Jumat, 17 April 2026

Banjir di Sumut

Update Banjir dan Longsor Sumatra Utara: 116 Orang Meninggal, Tapteng Terdampak Paling Parah

"Kami mendata untuk seluruh Provinsi Sumatra Utara, korban meninggal dunia ada 116 jiwa," kata Kepala BNPB Letjen Suharyanto

Editor: Faisal Zamzami
TRIBUN-MEDAN.com/Istimewa
Petugas saat mengevakuasi korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) sejak Selasa (25/11/2025) 

Ringkasan Berita:
  • BNPB melaporkan, hingga Jumat (28/11/2025) sebanyak 116 orang meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatra Utara.
  • Rinciannya, di Tapanuli Utara korban meninggal dunia tercatat ada 11 orang, Tapanuli Tengah 47 orang, Tapanuli Selatan 32 orang, Kota Sibolga 17 orang, Humbang Hasundutan 6 orang.
  • Banjir dan tanah longsor di Sumatra Utara juga mengakibatkan puluhan orang masih hilang.

 

SERAMBINEWS.COM , JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga Jumat (28/11/2025) sebanyak 116 orang meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatra Utara.

"Kami mendata untuk seluruh Provinsi Sumatra Utara, korban meninggal dunia ada 116 jiwa," kata Kepala BNPB Letjen Suharyanto dalam konferensi persnya pada Jumat.

Rinciannya, di Tapanuli Utara korban meninggal dunia tercatat ada 11 orang, Tapanuli Tengah 47 orang, Tapanuli Selatan 32 orang, Kota Sibolga 17 orang, Humbang Hasundutan 6 orang.

"Kemudian, Kota Padangsidimpuan satu (korban meninggal), Pakpak Bharat ada dua, dan sementara untuk Mandailing Natal data kami sampai sekarang tidak dilaporkan ada yang meninggal," ujarnya.

Sementara itu, kata Suharyanto, banjir dan tanah longsor di Sumatra Utara juga mengakibatkan puluhan orang masih hilang.

"42 jiwa masih dalam pencarian,” ujarnya.

Lebih lanjut, Suharyanto menuturkan lebih dari 1.000 kepala keluarga mengungsi akibat banjir dan longsor di provinsi tersebut.

Menurutnya, jumlah korban tersebut masih berpotensi bertambah, mengingat masih terdapat daerah yang belum dapat ditembus akibat bencana tersebut, dan hingga kini masih dalam penanganan.

"Diindikasikan di tempat-tempat longsoran yang belum bisa tembus itu mungkin juga ada korban jiwa," ucapnya.

Baca juga: Tinjau Lokasi Banjir di 3 Gampong, Wali Kota Lhokseumawe Serahkan Bantuan Darurat

47 Orang Tewas di Tapteng, Akses Terputus, Upaya Penanganan Terus Dimaksimalkan

 

Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) sejak Selasa (25/11/2025), telah menyebabkan korban jiwa mencapai 47 orang meninggal dunia.

Selain itu, tercatat 507 orang luka-luka dan 51 orang dinyatakan hilang.

Data sementara ini merupakan laporan terbaru per Jumat (28/11/2025) pukul 12.00 WIB.

Menurut keterangan dari Humas Polres Tapanuli Tengah dan BPBD Tapteng, daerah ini mengalami kelumpuhan total selama 72 jam terakhir. Listrik padam, air mati, dan jaringan internet terputus di Tapteng dan sekitarnya, termasuk Kota Sibolga, membuat proses penanganan terkendala.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved