KUPI BEUNGOH
Masjid Al-Kubra Kuta Binjei Ramah “Pengungsi Nomaden” Lintas Agama, Bukti Aceh Toleran
Petugas masjid dengan sengaja menghidupkan mesin genset sepanjang malam agar para pengungsi berada dalam terang.
Oleh: Hasan Basri M. Nur*)
Bencana badai Siklon Tropis Senyar yang menyerang wilayah Aceh, Sumut dan Sumbar pada 25-26 November 2025 telah menimbulkan gelobang pengungsian besar manusia di berbagai daerah.
Pengguna jalan raya Banda Aceh – Medan ikut mencari tempat aman untuk berlindung. Masjid dan meunasah yang berada di tepi jalan nasional menjadi pilihan utama.
Masjid Al-Kubra Kuta Binjei, Kecamatan Julok, Aceh Timur menjadi lokasi idaman bagi sebagian “pengungsi nomaden” alias pengungsi jalanan tatkala badai Siklon Tropis Senyar 25 menerjang Aceh pada Rabu (26/11/2025) dini hari.
Kala itu, sejumlah bus tujuan Banda Aceh dan sebaliknya yang padat penumpang memilih mengungsi ke halaman Masjid Al-Kubra.
Petugas masjid dengan sengaja menghidupkan mesin genset sepanjang malam agar para pengungsi berada dalam terang.
Petugas masjid juga mengisi air bersih ke dalam bak waduk dan kamar mandi untuk melayani para musafir yang berubah menjadi pengungsi.
Baca juga: Bak Bangsa Nomaden: Memantau Banjir Aceh 2025 dari “Hotel Capsul” Sleeper Putra Pelangi
Pengungsi pun dipersilakan beristirahat di dalam masjid, selain menggunakan fasiltas kamar mandi milik masjid.
Terlihat beberapa pengungsi bukan muslim/muslimah tapi mereka juga dapat menggunakan berbagai fasilitas masjid ini dengan nyaman.
Pada pagi hari tampak petugas kebersihan menjalankan tugasnya dengan ikhlas, membersihkan kamar mandi, sampah, tanpa nada 'meupep-pep' (merepet-red) sedikit pun, apalagi sindiran dan marah.
Beberapa pengungsi, termasuk yang beda agama, tampak menyisihkan isi dompet ke kotak tabung kebersihan yang diletakkan di dekat tempat parkir kenderaan.
Baca juga: 6 Hari Menjadi Pengungsi Jalanan di 3 Kabupaten, tak Tampak Representasi Pemerintah
Aceh Toleran
Jafar Insya Reubee, perantau asal Aceh di Malaysia yang intens mengikuti perkembangan musibah banjir Aceh 2025 sangat berkesan dengan pelayanan petugas Masjid.
Semua masjid harus memberikan pelayanan kepada warga yang datang, yaitu dengan menghidupkan genset.
Sehingga para pengungsi lintas daerah dapat menggunakan fasilitas masjid.
"Islam di Aceh itu sangat ramah terhadap semua umat, walau beda agama.
Banjir Landa Aceh
Banjir Aceh Timur
Masjid Al-Kubra
Kuta Binjei
Aceh Timur
Aceh Toleran
Pengungsi Nomaden
Serambi Indonesia
| Dedy Tabrani di Mata Aktivis HMI: Polisi Masa Depan yang Menjaga dengan Ilmu dan Iman |
|
|---|
| Membangun Sistem Pengelolaan Sampah Sehat, Dari Masjid Gerakan Perubahan Dimulai - Bagian IV |
|
|---|
| Kesaksian dari Muraya: Ketika Solidaritas Fiskal Lampaui Batas Provinsi - Cerita Mendagri di APEKSI |
|
|---|
| Perang dan Damai – Bagian 11, Pertemuan Islamabad Jilid Dua, Menuju Perdamian |
|
|---|
| 821 Tahun Banda Aceh : Menghidupkan Kembali Semangat Kota Tamaddun Kekinian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Masjid-Al-Kubra-Kuta-Binjei-Kecamatan-Julok-Aceh-Timur_pengungsi-lintas-agama.jpg)