Rabu, 22 April 2026

KUPI BEUNGOH

Masjid Al-Kubra Kuta Binjei Ramah “Pengungsi Nomaden” Lintas Agama, Bukti Aceh Toleran

Petugas masjid dengan sengaja menghidupkan mesin genset sepanjang malam agar para pengungsi berada dalam terang.

Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com
PENGUNGSI NOMADEN - Masjid Al-Kubra Kuta Binjei, Kecamatan Julok, Aceh Timur menjadi lokasi idaman bagi sebagian “pengungsi nomaden” alias pengungsi jalanan tatkala badai Siklon Tropis Senyar 25 menerjang Aceh pada Rabu (26/11/2025) dini hari. 

Oleh: Hasan Basri M. Nur*)

Bencana badai Siklon Tropis Senyar yang menyerang wilayah Aceh, Sumut dan Sumbar pada 25-26 November 2025 telah menimbulkan gelobang pengungsian besar manusia di berbagai daerah. 

Pengguna jalan raya Banda Aceh – Medan ikut mencari tempat aman untuk berlindung. Masjid dan meunasah yang berada di tepi jalan nasional menjadi pilihan utama. 

Masjid Al-Kubra Kuta Binjei, Kecamatan Julok, Aceh Timur menjadi lokasi idaman bagi sebagian “pengungsi nomaden” alias pengungsi jalanan tatkala badai Siklon Tropis Senyar 25 menerjang Aceh pada Rabu (26/11/2025) dini hari.

Kala itu, sejumlah bus tujuan Banda Aceh dan sebaliknya yang padat penumpang memilih mengungsi ke halaman Masjid Al-Kubra.

PENGUNGSI JALANAN - Masjid Al-Kubra Kuta Binjei, Kecamatan Julok, Aceh Timur menjadi lokasi idaman bagi sebagian “pengungsi nomaden” alias pengungsi jalanan tatkala badai Siklon Tropis Senyar 25 menerjang Aceh pada Rabu (26/11/2025) dini hari.
PENGUNGSI JALANAN - Masjid Al-Kubra Kuta Binjei, Kecamatan Julok, Aceh Timur menjadi lokasi idaman bagi sebagian “pengungsi nomaden” alias pengungsi jalanan tatkala badai Siklon Tropis Senyar 25 menerjang Aceh pada Rabu (26/11/2025) dini hari. (Serambinews.com)

Petugas masjid dengan sengaja menghidupkan mesin genset sepanjang malam agar para pengungsi berada dalam terang.

Petugas masjid juga mengisi air bersih ke dalam bak waduk dan kamar mandi untuk melayani para musafir yang berubah menjadi pengungsi.

Baca juga: Bak Bangsa Nomaden: Memantau Banjir Aceh 2025 dari “Hotel Capsul” Sleeper Putra Pelangi

Pengungsi pun dipersilakan beristirahat di dalam masjid, selain menggunakan fasiltas kamar mandi milik masjid.

Terlihat beberapa pengungsi bukan muslim/muslimah tapi mereka juga dapat menggunakan berbagai fasilitas masjid ini dengan nyaman. 

Pada pagi hari tampak petugas kebersihan menjalankan tugasnya dengan ikhlas, membersihkan kamar mandi, sampah, tanpa nada 'meupep-pep' (merepet-red) sedikit pun, apalagi sindiran dan marah.

Beberapa pengungsi, termasuk yang beda agama, tampak menyisihkan isi dompet ke kotak tabung kebersihan yang diletakkan di dekat tempat parkir kenderaan. 

Baca juga: 6 Hari Menjadi Pengungsi Jalanan di 3 Kabupaten, tak Tampak Representasi Pemerintah

Aceh Toleran

Jafar Insya Reubee, perantau asal Aceh di Malaysia yang intens mengikuti perkembangan musibah banjir Aceh 2025 sangat berkesan dengan pelayanan petugas Masjid.

Semua masjid harus memberikan pelayanan kepada warga yang datang, yaitu dengan menghidupkan genset. 

Sehingga para pengungsi lintas daerah dapat menggunakan fasilitas masjid.

"Islam di Aceh itu sangat ramah terhadap semua umat, walau beda agama.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved