Jumat, 22 Mei 2026

Kupi Beungoh

Menyikapi Peringkat 31 TKA Aceh pada Jenjang SMA/MA Tahun 2025

HASIL Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/MA tahun 2025 menempatkan Aceh pada peringkat ke-31 dari 38 provinsi.

Tayang:
Editor: Agus Ramadhan
Serambinews.com/HO
Alumnus Pascasarjana FMIPA UNPAD Bandung, Djamaluddin Husita 

Angka tersebut menunjukkan bahwa sebagian fondasi pembelajaran telah terbentuk, sementara sebagian lain masih membutuhkan penguatan yang lebih serius dan berkelanjutan.

Membaca hasil asesmen secara jernih justru membuka ruang refleksi yang lebih sehat.

Aceh memiliki kondisi yang khas. Wilayahnya luas dengan bentang geografis yang beragam. Latar sosial dan budaya masyarakatnya juga tidak seragam.

Pengalaman belajar siswa di wilayah perkotaan tentu berbeda dengan pengalaman belajar siswa di pedalaman, pesisir, maupun daerah kepulauan. Keragaman ini merupakan realitas yang ikut memengaruhi proses pembelajaran dan hasil asesmen.

Dalam beberapa tahun terakhir, arah kebijakan pendidikan nasional mengalami perubahan yang cukup mendasar. Pembelajaran tidak lagi berfokus pada hafalan materi, melainkan pada pemahaman konsep dan penalaran.

Perubahan ini tercermin dalam desain soal TKA. Namun proses penyesuaian terhadap pendekatan baru tersebut tidak berlangsung serentak. Setiap daerah bergerak dengan tantangan, kesiapan, dan ritmenya masing-masing.

TKA sebagai Cermin Proses Pembelajaran

Dalam konteks seperti ini, TKA lebih tepat diposisikan sebagai cermin proses pembelajaran. Cermin tidak digunakan untuk mencari siapa yang patut disalahkan.

Cermin digunakan untuk melihat bagian mana yang masih perlu dibenahi.

Hasil TKA memberi gambaran sejauh mana pembelajaran di sekolah telah mendorong siswa untuk memahami, bernalar, dan mengaitkan pengetahuan dengan kehidupan nyata.

Kemampuan literasi dan numerasi tidak tumbuh dari latihan soal semata. Kemampuan tersebut berkembang dari kebiasaan membaca yang konsisten, ruang diskusi yang terbuka, serta pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan mencoba berbagai cara berpikir.

Dari sudut pandang ini, hasil TKA mencerminkan budaya belajar yang terbentuk di ruang kelas.

Hasil TKA Aceh menunjukkan bahwa penguatan kompetensi dasar masih merupakan proses yang sedang berjalan. Situasi ini tidak tepat dibaca sebagai tanda ketertinggalan yang bersifat permanen.

Lebih tepat dipahami sebagai tahap yang membutuhkan perhatian dan konsistensi. Cara pandang seperti ini penting agar pembicaraan tentang pendidikan tidak berubah menjadi saling menyalahkan.

Data asesmen membantu melihat area mana yang sudah cukup kuat dan area mana yang masih perlu dukungan. Assesmen bukan tujuan akhir, melainkan alat untuk belajar dan memperbaiki proses.

Perbaikan pembelajaran tidak selalu harus dimulai dari kebijakan besar. Perubahan juga dapat tumbuh dari ruang kelas.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved