Kupi Beungoh
Menyikapi Peringkat 31 TKA Aceh pada Jenjang SMA/MA Tahun 2025
HASIL Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/MA tahun 2025 menempatkan Aceh pada peringkat ke-31 dari 38 provinsi.
*) Oleh: Djamaluddin Husita, S.Pd., M.Si
HASIL Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/MA tahun 2025 menempatkan Aceh pada peringkat ke-31 dari 38 provinsi.
Data tersebut merupakan bagian dari asesmen resmi dalam kebijakan pendidikan nasional. Seperti data pendidikan lainnya, hasil ini tidak perlu disikapi dengan reaksi berlebihan.
Namun hasil tersebut juga tidak layak diabaikan. Sikap yang lebih tepat adalah membaca secara tenang dan proporsional, sambil menempatkan angka tersebut dalam konteks yang lebih luas.
Dalam dunia pendidikan, capaian tidak pernah hadir secara tiba-tiba. Selalu ada proses panjang yang membentuknya, mulai dari kebijakan, praktik pembelajaran di kelas, hingga kebiasaan belajar siswa di rumah dan lingkungan sekitar.
Karena itu, peringkat TKA Aceh tidak cukup dibaca sebagai urutan angka semata. Yang lebih penting adalah memahami apa yang sebenarnya dipotret oleh asesmen tersebut.
Tes Kemampuan Akademik dirancang untuk mengukur kemampuan dasar yang menjadi fondasi keberhasilan belajar siswa.
Pada jenjang SMA/MA, materi uji mencakup literasi membaca, numerasi, serta kemampuan bernalar. Literasi membaca menguji sejauh mana siswa mampu memahami teks, menangkap gagasan utama, serta menarik kesimpulan.
Numerasi mengukur kemampuan menggunakan konsep matematika dalam konteks sehari-hari. Sementara penalaran menuntut siswa mengolah informasi, mengaitkan konsep, dan memecahkan masalah yang tidak selalu bersifat rutin.
Secara nasional, hasil TKA 2025 menunjukkan bahwa capaian peserta didik masih berada pada kategori menengah. Literasi membaca relatif lebih kuat dibandingkan numerasi dan penalaran tingkat lanjut.
Banyak siswa mampu memahami informasi yang tersurat, tetapi mulai kesulitan ketika harus mengolah informasi tersirat atau menggabungkan beberapa ide sekaligus.
Soal-soal yang menuntut analisis mendalam, penalaran logis, dan pemecahan masalah kompleks masih menjadi tantangan umum.
Di Aceh, gambaran yang muncul bergerak dalam pola yang serupa. Pada kemampuan membaca, sebagian besar siswa masih cukup terbantu ketika berhadapan dengan teks yang jelas dan langsung.
Struktur teks dan informasi utama relatif dapat dikenali. Pada numerasi dasar, soal-soal kontekstual sederhana juga dapat diselesaikan dengan cukup baik.
Kesulitan mulai tampak ketika siswa dihadapkan pada soal yang menuntut cara berpikir lebih dalam, tidak langsung, serta membutuhkan penggabungan beberapa konsep sekaligus. Bagian inilah yang paling berpengaruh terhadap posisi Aceh dalam hasil TKA tahun 2025.
Gambaran tersebut penting disampaikan agar hasil TKA tidak dibaca secara hitam putih. Peringkat ke-31 bukan potret kegagalan menyeluruh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Alumnus-Pascasarjana-FMIPA-UNPAD-Bandung-Djamaluddin-Husita.jpg)