Kupi Beungoh
Menyikapi Peringkat 31 TKA Aceh pada Jenjang SMA/MA Tahun 2025
HASIL Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/MA tahun 2025 menempatkan Aceh pada peringkat ke-31 dari 38 provinsi.
Dari cara guru mengajukan pertanyaan. Dari bahan bacaan yang digunakan. Dari cara memberi umpan balik kepada siswa.
Langkah-langkah sederhana, jika dilakukan secara konsisten, dapat membawa dampak yang nyata.
Keselarasan antara kurikulum dan praktik belajar juga menjadi kunci penting. Kurikulum yang menekankan kompetensi hanya akan bermakna jika benar-benar hadir dalam proses pembelajaran sehari-hari.
Refleksi di tingkat sekolah dibutuhkan agar tujuan pembelajaran tidak berhenti sebagai dokumen administratif.
Hasil TKA juga mengingatkan pentingnya pemerataan kualitas pendidikan. Perbedaan kondisi antarwilayah merupakan fakta yang tidak dapat dihindari.
Namun fakta tersebut dapat disikapi dengan pendekatan yang lebih kontekstual dan adil.
Dukungan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan sekolah akan membantu memperkecil kesenjangan capaian.
Kolaborasi antar sekolah juga memiliki peran penting. Berbagi pengalaman memungkinkan perbaikan berlangsung secara alami.
Tidak selalu dibutuhkan program besar. Yang sering dibutuhkan adalah ruang untuk saling belajar dan saling menguatkan.
Menyikapi peringkat TKA Aceh berarti melihat pendidikan sebagai proses yang saling terkait. Belajar tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi juga di rumah dan lingkungan sekitar.
Kebiasaan membaca, ruang berdiskusi, dan perhatian terhadap cara anak belajar akan memperkuat apa yang dibangun di kelas.
Hasil TKA juga mengingatkan bahwa capaian pada jenjang SMA/MA merupakan hasil dari proses panjang sejak pendidikan dasar.
Dengan cara pandang ini, TKA terhubung dengan keseluruhan jalur pendidikan yang saling berkesinambungan.
Peringkat 31 TKA Aceh pada tahun 2025 bukanlah akhir perjalanan. Peringkat tersebut merupakan potret kondisi saat ini. Dari potret tersebut, arah langkah ke depan dapat dibaca dengan lebih jernih.
Pendidikan bergerak dalam waktu yang panjang. Perubahan kualitas tidak terjadi dalam satu siklus asesmen. Perubahan tumbuh dari konsistensi, kesabaran, dan kesediaan belajar dari data.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Alumnus-Pascasarjana-FMIPA-UNPAD-Bandung-Djamaluddin-Husita.jpg)