Jurnalisme Warga
Dilema Mendidik di Zaman Sekarang
Sebuah video pendek memperlihatkan beberapa pelajar sedang berkonten ria berlatar suasana ruangan kelas. Dalam balutan seragam
DEWI SOFIANA, Guru MTsS Bireuen dan Relima Perpustakaan Nasional RI, melaporkan dari Bireuen
Sebuah video pendek memperlihatkan beberapa pelajar sedang berkonten ria berlatar suasana ruangan kelas. Dalam balutan seragam sekolah, siswa-siswi itu bergaya dan menirukan
gerakan yang kurang elok dipandang. Tampak luwes dan tak terkesan sungkan. Seolah yang dilakukan hanya hal ringan yang tak perlu diributkan.
Lain versi, pada sebuah tayangan ‘challenge’, sekelompok pelajar berseragam SMA kesulitan menjawab deretan pertanyaan yang diajukan bergiliran. Padahal, pertanyaannya masih seputar perkalian matematika sederhana yang terdiri atas angka satuan.
Keadaan tidak jauh berbeda ketika tantangan beralih ke nama-nama provinsi yang ada di Indonesia beserta ibu kotanya. Sebagian di antara peserta ‘challenge’ terbata-bata dan kebingungan memberi jawaban.
Kondisi di atas rasa-rasanya semakin banyak ditemui dalam realita kekinian dan umum dialami oleh para pendidik. Di zaman di mana dunia jadi sebatas genggaman tangan, menghadapi insan didik menjadi tidaklah mudah. Ketika arus informasi semakin terbuka oleh teknologi internet yang kian pesat, maka anak-anak sekarang pun ikut mengalami pola perilaku yang jauh berbeda dengan generasi sebelumnya.
Generasi penghuni masa kini atau akrab disapa Gen Z telah menghadirkan tantangan penuh warna, khususnya bagi kaum pendidik.
Beranjak dari polemik tersebut, reportase ini lahir mewakili keresahan, manakala melihat kecenderungan perilaku generasi sekarang. Boleh jadi, saya akan dipandang sebagai sosok yang kaku pada perkembangan zaman dan enggan menerima perubahan.
Saya sadar, dalam digitalilasi kehidupan, bukanlah teknologi yang menjadi masalah. Sejatinya, teknologi adalah alat yang memudahkan pekerjaan, bukan malah menjadikan manusia sebagai budak.
Ironisnya, yang terjadi adalah kita cenderung menormalisasi gaya hidup kekinian meskipun berada di luar konteks kepatutan dan kelayakan. Pun demikian bagi generasi sekarang yang memang lahir dan berkembang dalam pertumbuhan teknologi yang semakin masif.
Gen Z atau Generasi Z adalah kaum yang sangat mewakili generasi sekarang jika kita membahas tentang perilaku dan gaya hidup kekinian. Bukan berarti semua tentang generasi ini berkonotasi negatif. Namun, kecenderungan perilaku anak sekarang membuka mata kita bahwa telah terjadi pergeseran tata nilai dan perilaku yang terkadang membuat kita mengelus dada.
Begitu pula di dunia sekolah. Guru saat ini tak lagi menghadapi siswa masa silam. Semisal suasana sekolah di era ‘90-an. Masa itu, siswa masih “patuh-patuh”. Sikap dan perilakunya cenderung mudah dikendalikan dengan aturan dan tata tertib sekolah. Adab terjunjung tinggi.
Fokus murid terhadap pelajaran berjalan baik meskipun fasilitas dan sarana masih serbaterbatas. Waktu dan perhatian mereka belum terbelah oleh godaan telepon seluler atau hp dan internet. Guru tampil sebagai pendidik dan menjadi ‘role model’ bagi anak didiknya.
Di era kekinian, pergeseran sikap dan perilaku para Gen Z memberikan tantangan baru bagi dunia pendidikan dan guru. Bagi guru, bukan karena ketidakmampuannya dalam mendidik dan memberi keteladanan. Namun, teknologi telah ikut menggeser fungsi, peran, dan sosok guru di mata insan didik.
Keberadaan hp, internet, dan media sosial (medsos) memberi andil besar dalam perubahan gaya hidup dan perilaku anak sekarang.
penulis jurnalisme warga
Jurnalisme Warga
Penulis JW
Dewi Sofiana
DEWI SOFIANA SP
Dilema Mendidik di Zaman Sekarang
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| Progres Menggembirakan Koperasi Desa Merah Putih di Aceh Barat |
|
|---|
| Bermain Ular Tangga Sambil Kelola Emosi di Pesantren Baitul Arqam Muhammadiyah |
|
|---|
| Green Jihad, Menanam Harapan di Tanah Pernah Tenggelam |
|
|---|
| Ketika Manusia Mengagungkan AI, Terjadilah Pergeseran Nilai Agama dan Sosial |
|
|---|
| Lima Tahun UBBG, Kampus Bermutu dan Maju, Refleksi Dies Natalis Ke-5 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dewi-Sofiana-BARU.jpg)