Rabu, 15 April 2026

Jurnalisme Warga

Green Jihad, Menanam Harapan di Tanah Pernah Tenggelam

Di lokasi inilah sebuah gerakan sederhana, tetapi sarat makna dimulai, yakni penanaman pohon dalam program bertajuk “Green Jihad”.

Editor: mufti
for serambinews/IST
FAISAL, S.T, M.Pd., Kepala SMK Negeri 1 Peusangan, Sekjen APMI, dan alumnus IPGKTI, melaporkan dari Bireuen 

FAISAL, S.T, M.Pd., Kepala SMK Negeri 1 Peusangan, Sekjen APMI, dan alumnus IPGKTI, melaporkan dari Bireuen

KAMIS, 2 April 2026 pagi, suasana di lingkungan SMK Negeri 1 Peusangan, Kabupaten Bireuen, terasa berbeda dari biasanya.

Jarum jam baru menunjukkan pukul 09.00 WIB ketika satu per satu guru, siswa, dan tamu undangan mulai berkumpul di sebuah area yang sebelumnya tampak gersang akibat dampak banjir yang melanda pada akhir November 2025.

Di lokasi inilah sebuah gerakan sederhana, tetapi sarat makna dimulai, yakni penanaman pohon dalam program bertajuk “Green Jihad”.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bireuen serta didukung oleh sejumlah penerbit nasional, yakni Erlangga, Andi, dan Intan Pariwara. 

Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan pendidikan tidak pernah berjalan sendiri, melainkan tumbuh dari kolaborasi berbagai pihak.

Program “Green Jihad” sendiri bukan sekadar kegiatan seremonial penghijauan. Ia lahir dari refleksi mendalam atas kondisi sekolah yang baru saja dilanda bencana. 

Banjir yang terjadi beberapa bulan sebelumnya telah merusak banyak fasilitas, termasuk kebun sekolah yang sebelumnya dipenuhi pohon rambutan. Pohon-pohon itu mati, menyisakan lahan yang kosong dan kenangan yang pahit.

Beranjak dari kondisi tersebut, muncul sebuah kesadaran kolektif: bahwa setiap musibah harus dijawab dengan harapan. Dari sinilah gagasan “Green Jihad” tumbuh, sebuah gerakan menanam kembali, tidak hanya pohon, tetapi juga semangat untuk bangkit.

Yang menarik, program ini justru digagas oleh siswa kelas XII. Lazimnya, menjelang kelulusan, mereka mengisi waktu dengan kegiatan foto angkatan sebagai penanda kebersamaan. Akan tetapi, tahun ini tradisi tersebut mengalami transformasi. Para siswa memilih meninggalkan sesuatu yang lebih bermakna dan berdampak jangka panjang.  

Perubahan cara pandang inilah yang kemudian melahirkan sebuah gagasan kolektif yang sarat nilai dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dengan mengusung tema “Hijaukan Kenangan, Kuatkan Harapan”, alumni 2026 SMK Negeri 1 Peusangan menjadikan penanaman pohon sebagai simbol kenangan yang hidup dan terus tumbuh.

Setiap pohon yang ditanam bukanlah hasil pengadaan sekolah semata. Guru dan siswa secara mandiri membawa bibit pohon dari rumah masing-masing. Mayoritas tanaman buah yang hasilnya kelak dapat dimanfaatkan bersama.

Pihak sekolah hanya menyediakan lahan, sedangkan proses penanaman sepenuhnya dilakukan secara gotong royong.

Tidak ada perlakuan istimewa bagi siapa pun. Bahkan, ketika perwakilan Cabang Dinas hendak menanam pohon, mereka pun harus menggali tanah sendiri.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved