Kamis, 23 April 2026

Kupi Beungoh

Mualem, Panglima yang Diam, Gubernur yang Menanggung Banyak Hal

Belakangan, publik dihebohkan dengan isu penunjukan anaknya sebagai Komisaris Utama di PT. PEMA Global Energi. 

|
Editor: Zaenal
FACEBOOK/TEUNGKU JAMAICA
Syardani M. Syarif alias Teungku Jamaica, Staf Khusus Gubernur Aceh Bidang Percepatan Investasi Hulu Migas, Pertambangan dan Energi. 

Oleh: Syardani M. Syarif*

TULISAN ini bukan tentang membela tanpa batas, tapi mencoba melihat dengan lebih tenang dan manusiawi.

Beberapa bulan terakhir, kita sering mendengar kabar bahwa kondisi kesehatan Mualem tidak stabil. 

Ia beberapa kali harus dirawat di rumah sakit, bahkan hingga ke luar negeri. 

Di tengah jabatan sebagai Gubernur Aceh, kondisi ini tentu tidak bisa dianggap sepele. 

Tapi mungkin kita perlu bertanya dengan jujur: kenapa bisa sampai seperti itu?

Jawabannya sebenarnya cukup sederhana--terlalu lelah. 

Setiap hari, Mualem menerima tamu tanpa henti. 

Dari pagi hingga larut malam, bahkan sampai pukul 3 dini hari, ia masih melayani orang-orang yang datang. 

Mereka datang dari berbagai kalangan: mantan pejuang, tokoh politik, mahasiswa, akademisi, hingga masyarakat biasa. 

Ada yang ingin sekadar bersilaturahmi, ada yang membawa proposal, ada yang meminta bantuan biaya hidup, bahkan ada yang berharap solusi atas masalah pribadi mereka.

Di titik ini, kita bisa melihat satu hal: Mualem bukan hanya gubernur, tapi juga tempat mengadu bagi banyak orang.

Namun di sisi lain, kondisi ini juga menunjukkan sesuatu yang kurang sehat dalam tata kelola pemerintahan. 

Seorang gubernur seharusnya tidak menanggung semuanya sendiri. 

Ada kepala dinas, biro, dan badan yang mestinya bisa membantu menyaring, menangani, dan menyelesaikan banyak persoalan teknis. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved