Kupi Beungoh
Mualem, Panglima yang Diam, Gubernur yang Menanggung Banyak Hal
Belakangan, publik dihebohkan dengan isu penunjukan anaknya sebagai Komisaris Utama di PT. PEMA Global Energi.
Jika dikelola dengan baik, ini bisa menjadi titik balik kebangkitan industri di Aceh.
Dalam konteks masa depan Aceh, ada satu peluang besar yang tidak boleh kita abaikan.
Pascatahun 2028, Mubadala Energy diproyeksikan akan memproduksi gas dari Blok Andaman hingga mencapai 1.000 MMSCFD per hari.
Angka ini bukan kecil, bahkan bisa menjadi fondasi utama untuk menghidupkan kembali industri besar di Aceh, khususnya pembangunan tiga unit pabrik petrokimia yang selama ini hanya menjadi wacana.
Peluang ini semakin kuat karena didukung oleh regulasi nasional.
Pemerintah melalui kebijakan energi telah menegaskan bahwa gas bumi harus diprioritaskan untuk kebutuhan dalam negeri.
Hal ini sebagaimana diatur dalam Permen ESDM Nomor 42 Tahun 2018 dan Nomor 6 Tahun 2016, di mana ekspor gas hanya diperbolehkan jika kebutuhan domestik telah terpenuhi.
Artinya, Aceh memiliki kesempatan besar untuk menjadi pusat hilirisasi energi, bukan sekadar penonton yang menyaksikan sumber dayanya dibawa keluar.
Jika momentum ini dimanfaatkan dengan tepat, maka Aceh tidak hanya akan mendapatkan manfaat ekonomi jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi industri jangka panjang.
Inilah kesempatan emas yang harus dijaga bersama, agar kekayaan alam benar-benar kembali kepada kesejahteraan rakyat.
Baca juga: Blok Harapan South Andaman
Momentum Politik, Fondasi Ekonomi Aceh
Kawasan Ekonomi Khusus Arun di Aceh Utara sudah tersedia.
Infrastruktur dasar sudah ada.
Tinggal bagaimana keberanian politik dan ketepatan kebijakan untuk mendorong lahirnya industri petrokimia, plastik, hingga turunan lainnya.
Bayangkan jika itu terwujud--lapangan kerja terbuka luas, anak-anak muda Aceh tidak perlu lagi merantau jauh hanya untuk mencari pekerjaan, dan daerah ini bisa kembali hidup sebagai kawasan industri yang kuat.
Di sinilah peran penting Mualem sebagai gubernur.
| Kebohongan Akademik Mengancam Keselamatan Pasien |
|
|---|
| Ironi Wisata Musiman Suak Gedeubang: Cuan UMKM Melejit, Sampah Melangit |
|
|---|
| Tradisi ‘Pemamanen’ dalam Khitanan Anak Laki-Laki Alas Mulai Jarang Dikenal Generasi Muda |
|
|---|
| Aktivitas Fisik: Kunci Lansia Tetap Mandiri |
|
|---|
| Idul Adha dan Makna Pengorbanan: Jalan Menuju Kebersamaan untuk Aceh yang Bermartabat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Syardani-M-Syarif-alias-Tgk-Jamaica.jpg)