Breaking News
Jumat, 5 Juni 2026

Kupi Beungoh

Mualem, Panglima yang Diam, Gubernur yang Menanggung Banyak Hal

Belakangan, publik dihebohkan dengan isu penunjukan anaknya sebagai Komisaris Utama di PT. PEMA Global Energi. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Zaenal
FACEBOOK/TEUNGKU JAMAICA
Syardani M. Syarif alias Teungku Jamaica, Staf Khusus Gubernur Aceh Bidang Percepatan Investasi Hulu Migas, Pertambangan dan Energi. 

Jika dikelola dengan baik, ini bisa menjadi titik balik kebangkitan industri di Aceh.

Dalam konteks masa depan Aceh, ada satu peluang besar yang tidak boleh kita abaikan. 

Pascatahun 2028, Mubadala Energy diproyeksikan akan memproduksi gas dari Blok Andaman hingga mencapai 1.000 MMSCFD per hari. 

Angka ini bukan kecil, bahkan bisa menjadi fondasi utama untuk menghidupkan kembali industri besar di Aceh, khususnya pembangunan tiga unit pabrik petrokimia yang selama ini hanya menjadi wacana.

Peluang ini semakin kuat karena didukung oleh regulasi nasional. 

Pemerintah melalui kebijakan energi telah menegaskan bahwa gas bumi harus diprioritaskan untuk kebutuhan dalam negeri. 

Hal ini sebagaimana diatur dalam Permen ESDM Nomor 42 Tahun 2018 dan Nomor 6 Tahun 2016, di mana ekspor gas hanya diperbolehkan jika kebutuhan domestik telah terpenuhi. 

Artinya, Aceh memiliki kesempatan besar untuk menjadi pusat hilirisasi energi, bukan sekadar penonton yang menyaksikan sumber dayanya dibawa keluar.

Jika momentum ini dimanfaatkan dengan tepat, maka Aceh tidak hanya akan mendapatkan manfaat ekonomi jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi industri jangka panjang. 

Inilah kesempatan emas yang harus dijaga bersama, agar kekayaan alam benar-benar kembali kepada kesejahteraan rakyat.

Baca juga: Blok Harapan South Andaman

Momentum Politik, Fondasi Ekonomi Aceh

Kawasan Ekonomi Khusus Arun di Aceh Utara sudah tersedia. 

Infrastruktur dasar sudah ada. 

Tinggal bagaimana keberanian politik dan ketepatan kebijakan untuk mendorong lahirnya industri petrokimia, plastik, hingga turunan lainnya.

Bayangkan jika itu terwujud--lapangan kerja terbuka luas, anak-anak muda Aceh tidak perlu lagi merantau jauh hanya untuk mencari pekerjaan, dan daerah ini bisa kembali hidup sebagai kawasan industri yang kuat.

Di sinilah peran penting Mualem sebagai gubernur. 

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved