Rabu, 13 Mei 2026

Kupi Beungoh

Diet Ekstrem Demi Penampilan Lebih Berbahaya daripada Obesitas Ringan

Di tengah maraknya tren “body goals” di media sosial, menjadi kurus seolah bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Banyak orang berlomba-lomba..

Tayang:
Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO
HALIANA - Haliana Rahmat Dewi, Bendahara Umum GEN-A. 

Di sisi lain, tidur yang cukup juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan hormon yang mengatur nafsu makan dan metabolisme. Kurang tidur justru dapat meningkatkan rasa lapar dan keinginan makan berlebih. Aktivitas fisik seperti berjalan kaki, olahraga ringan hingga sedang secara konsisten juga jauh lebih efektif dalam jangka panjang dibandingkan olahraga ekstrem yang tidak teratur.

Kita juga perlu lebih bijak dalam menyaring informasi, terutama dari media sosial. Tidak semua tips diet yang viral itu aman atau sesuai dengan kondisi tubuh kita. Apa yang berhasil untuk satu orang, belum tentu aman untuk orang lain.

Pada akhirnya, diet ekstrem bukanlah solusi, melainkan masalah baru yang sering kali tidak disadari. Ia mungkin memberikan hasil cepat secara visual, tetapi menyimpan risiko besar bagi kesehatan jangka panjang.

Maka, sebelum tergoda untuk mencoba diet ekstrem berikutnya, mungkin kita perlu bertanya pada diri sendiri: apakah kita ingin benar-benar sehat, atau hanya ingin terlihat sehat?

Karena tubuh bukan untuk dipaksa berubah dalam waktu singkat, melainkan untuk dirawat dengan pengetahuan, kesadaran, dan tanggung jawab.(*)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved