Selasa, 2 Juni 2026

KUPIB BEUNGOH

Andaman, Kedaulatan Sarawak, dan Momentum Mualem Menjemput "Petrodollar" Aceh

Blok Andaman adalah momentum emas, mungkin yang terakhir di abad ini bagi Aceh untuk bangkit. 

Tayang:
Editor: Subur Dani
Dok SERAMBINEWS.COM/HO
Iskandarsyah bin Syarifuddin, Pekerja Aceh di Sarawak Malaysia 

Ingatan kolektif kita tentang masa itu bukan hanya soal kilang yang berdiri megah, tapi tentang denyut ekonomi yang menyentuh hingga ke warung-warung nasi, pasar-pasar yang ramai, dan jasa transportasi yang hidup karena adanya ribuan pekerja yang beraktivitas di darat. 

Baca juga: ASDP Tegaskan Kendaraan Listrik Boleh Naik Kapal Feri, Wajib Penuhi Standar Keselamatan

Fasilitas pengolahan di darat adalah kunci dari penyerapan tenaga kerja lokal secara masif. 

Ini akan menciptakan ekosistem ekonomi yang luas, di mana kehadiran ribuan pekerja akan menghidupkan sektor properti, jasa katering, hingga UMKM lokal yang selama ini lesu. 

Inilah pembangunan yang membumi yang sedang diperjuangkan Pemerintah Aceh, bukan sekadar investasi yang melayang di tengah samudra.

Dukungan Penuh 

Secara regulasi, langkah Mualem menahan PoD adalah bentuk penggunaan hak "pengelolaan bersama" yang diamanatkan oleh PP 23/2015. 

Meskipun lokasi sumur gas berada di atas 12 mil laut, jalur pipa gas tersebut tetap harus melewati wilayah laut Aceh dan mendarat di daratan Aceh. 

Baca juga: Aksi Pencurian Uang Rp31 Juta di Sabang Terekam CCTV, Begini Nasib Pelaku

Artinya, kedaulatan wilayah Aceh adalah kunci bagi jalannya proyek ini. 

Tanpa restu dan dukungan penuh dari rakyat Aceh melalui pemerintah daerahnya, investasi raksasa ini akan kehilangan fondasi sosial dan legalnya di tingkat lokal. 

Jakarta harus melihat bahwa langkah Mualem adalah suara hati rakyat Aceh yang ingin mandiri secara ekonomi.
 
Blok Andaman adalah momentum emas, mungkin yang terakhir di abad ini bagi Aceh untuk bangkit. 

Kita tidak boleh membiarkan sejarah lama terulang kembali, di mana kekayaan alam dikuras namun daerah tetap tertinggal. 

Baca juga: VIDEO Jelang Piala Dunia, Baju Timnas Portugal dan Argetina Paling Banyak Diminati Warga Banda Aceh

Kita harus berdiri di belakang langkah Mualem dan Pemerintah Aceh yang sedang berjuang keras memastikan gas tersebut diolah di darat. 

Dukungan kita hari ini adalah investasi agar anak cucu kita nantinya tidak perlu lagi naik tongkang melintasi selat melaka untuk bekerja di negeri orang seperti saya, melainkan bisa menjadi tuan di rumah sendiri. 

Sudah saatnya Lhokseumawe kembali bercahaya sebagai mercusuar energi, di mana dampak nya membawa kesejahteraan kepada rakyat aceh menjadi kenyataan.(*)

*) Penulis asalah Pekerja Aceh di Sarawak Malaysia

KUPI Beungoh adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Isi artikel dalam rubrik ini tidak mencerminkan pandangan Redaksi dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. 

BACA artikel Kupi Beungoh lainnya di SINI

 

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved