Kamis, 23 April 2026

100 Tahun Hasan Tiro

100 Tahun Hasan Tiro: “The Great Storyteller”

Tapi narasi Tiro bukan sekadar retorika politik. Ia lahir dari rasa, dari luka, dari sejarah yang tak diakui, dan dari peran yang direduksi

|
Editor: Subur Dani
FOR SERAMBINEWS.COM
Sosiolog dan Guru Besar USK, Prof Ahmad Humam Hamid 

Wejangan mereka bukan barang sehari-hari, tapi dosis-dosis makna yang membuat para pendengarnya bersedia melepaskan logika demi harapan.

Mereka rela meninggalkan kenyamanan demi janji, dan menanggalkan rasa takut demi kemungkinan. 

Bayangkan saja, seorang pemimpin muncul di podium, atau seorang pujangga menuliskan pidato, dan ribuan, jutaan orang mematung—bukan karena terpaksa, tapi karena candu itu kembali mengalir dalam darah mereka. 

Sebuah narasi mengalir, dan seluruh tubuh kolektif bangsa ikut bergidik.

Lalu mereka yang telah kecanduan, yang tubuh dan jiwanya pernah terpapar cerita agung nan indah, akan melakukan apa saja untuk merasakan kembali euforia itu. 

Mereka rela berkorban, bekerja tanpa dibayar, mengangkat senjata, bahkan menyerahkan nyawa—bukan karena dipaksa, tetapi karena rindu. 

Rindu pada kemurnian sebuah visi, pada rasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri.

Inilah kekuatan para storyteller agung.

Mereka tidak hanya mengatur kata, mereka menyuntikkan makna ke dalam urat bangsa. 

Dan seperti semua candu, yang baik maupun yang menyesatkan, ia bisa menyembuhkan atau menghancurkan. 

Maka, berhati-hatilah pada cerita yang kita percayai—karena darinya, seluruh sejarah bisa dibangun, atau dijatuhkan.

Sukarno adalah pengarang besar fiksi Indonesia. 

Ia mengambil kepingan sejarah dan penderitaan, lalu menulis ulang menjadi kisah kolektif yang menyatukan pulau-pulau, suku, bahasa, dan agama. 

Ia menciptakan Pancasila bukan sebagai dokumen, tapi sebagai cerita. 

Ia menggambarkan bahwa kita bisa hidup bersama dengan keadilan sosial, bahwa Indonesia adalah rumah bersama, bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa. 

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved