Kupi Beungoh
World Rabies Day: Pengingat Bahaya Penyakit Anjing Gila
Rabies adalah penyakit prioritas utama dari 18 penyakit hewan menular strategis di Indonesia.
Oleh : Azhar Abdullah Panton*)
Sejak tercatat dalam sejarah peradaban manusia sekitar 2.300 SM (zaman Mesopotomia) hingga sekarang, Rabies belum menghilang di seantero dunia.
Rabies atau Penyakit Anjing Gila alias Penyaket Ase Pungo (bahasa Aceh), adalah penyakit yang sangat ditakuti dan mematikan.
Tidak hanya itu, penyakit zoonosis -penyakit hewan yang dapat ditularkan ke manusia atau sebaliknya- ini dapat meruntuhkan martabat manusia karena mengalami kegilaan.
Dampaknya bisa mengganggu ketenteraman batin, karena timbulnya rasa takut dan cemas di masyarakat.
Penyakit yang menyerang susunan saraf pusat ini ditularkan melalui gigitan, jilatan, atau cakaran Hewan Penular Rabies (HPR). HPR utama adalah anjing.
Hampir 99 persen kasus rabies di dunia disebabkan gigitan anjing.
Ini tidaklah mengherankan. Karena anjing adalah hewan yang paling banyak bersentuhan dengan manusia.
Anjing telah didomestikasi sejak zaman batu.
Mulanya dipelihara untuk tujuan berburu dan hewan penjaga.
Bagi non muslim anjing adalah hewan kesayangan yang menjadi teman hidup karena kesetiaan, kecerdasan dan kemauan belajarnya.
Baca juga: Warga Diserang Anjing, Distanbunak Aceh Tamiang Investigasi Rabies
Anjing juga dimanfaatkan sebagai hewan pelacak, pemandu tunanetra, atraksi hiburan, pendidikan, dan tujuan lainnya.
Selain anjing, HPR lain adalah kucing dan kera.
Disamping itu dapat juga ditularkan oleh kelelawar, musang, dan rakun.
Lebih dari 150 negara telah tertular Rabies. Asia dan Afrika adalah dua benua dengan jumlah kematian tertinggi.
| Usia 18 Tahun, Bawaslu Mengawasi |
|
|---|
| Bercanda yang Kebablasan: Saat Kata Jadi Awal Kekerasan Seksual |
|
|---|
| Saree di Persimpangan Jalan: Akankah UMKM Tergilas Roda Tol Sibanceh? |
|
|---|
| Membangun Sistem Pengelolaan Sampah Sehat di Aceh, Kehadiran Negara dalam Krisis Sampah - Bagian III |
|
|---|
| Sinyal Otsus Diperpanjang, Apresiasi atas Lobi dan Komunikasi Politik Mualem |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kupi-Beungoh-Azhar-Abdullah-Panton.jpg)