Kupi Beungoh
World Rabies Day: Pengingat Bahaya Penyakit Anjing Gila
Rabies adalah penyakit prioritas utama dari 18 penyakit hewan menular strategis di Indonesia.
Sementara bentuk asimtomatik, anjing tidak menunjukkan gejala sakit, tapi tiba-tiba mati.
Gejala-gejala yang sama juga dapat teramati pada kucing.
Pada manusia, gejala awal Rabies menyerupai flu.
Selanjutnya berkembang gejala lain, seperti gatal dan nyeri pada luka bekas gigitan, demam, sakit kepala, takut air (hidrofobia), takut cahaya (fotofobia), dan bertindak hiperaktif.
Terlihat juga pupil mata membesar, bicara tidak karuan, selalu ingin bergerak, nampak kesakitan dan gugup.
Selanjutnya keluar air liur dan air mata berlebihan, kejang-kejang yang disusul dengan kelumpuhan, dan berakhir dengan kematian.
Penderita umumnya meninggal dunia 4-6 hari setelah gejala terlihat.
Penting diingat, jika digigit HPR, segera cuci luka gigitan dengan sabun atau deterjen selama 5-10 menit dibawah air mengalir.
Virus dari family Rhabdoviridae, genus Lyssavirus penyebab Rabies, mengandung lemak 20-26 persen, sehingga dapat mati dengan air sabun.
Selanjutnya luka diberi alkohol 70 persen atau iodium tincture.
Baca juga: Cegah Rabies, Aceh Tamiang Gencarkan Vaksinasi ke Rumah Penduduk
Lalu secepatnya menuju Puskesmas untuk tindakan pengobatan lanjutan.
Setelahnya melapor ke Dinas Peternakan setempat atau instansi terkait untuk penanganan hewan yang menggigit.
Pengingat Bahaya
Rabies terus menebar maut. Sepanjang kehadirannya, penyakit ini belum bisa ditumpas hingga sekarang.
Melihat kenyataan ini, pada tahun 2007 Alliance for Rabies Control dan Centers for Disease Control and Prevention mencanangkan Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day/WRD).
WRD diperingati setiap 28 September sebagai penghormatan kepada Louis Pasteur, ilmuwan Perancis yang mengembangkan vaksin rabies yang meninggal dunia 28 September 1895.
WRD bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya rabies secara global, mendidik masyarakat agar dapat mengendalikan dan mencegah rabies, serta mengerahkan dan mengkoordinir sumber daya untuk mencegah penyebaran rabies pada manusia maupun hewan.
Pada peringatan ke-19 tahun ini, WRD mengusung tema ‘Act Now: You, Me, Community’ atau ‘Bertindak Sekarang: Anda, Saya, Komunitas’.
Tema ini mengajak semua pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam memberantas penyakit tropis yang terabaikan ini.
Jadi, WRD sangat penting untuk diperingati, sebagai pengingat bahaya penyakit anjing gila.
*) PENULIS adalah pemerhati masalah kesehatan masyarakat.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca artikel KUPI BEUNGOH lainnya di SINI
| Usia 18 Tahun, Bawaslu Mengawasi |
|
|---|
| Bercanda yang Kebablasan: Saat Kata Jadi Awal Kekerasan Seksual |
|
|---|
| Saree di Persimpangan Jalan: Akankah UMKM Tergilas Roda Tol Sibanceh? |
|
|---|
| Membangun Sistem Pengelolaan Sampah Sehat di Aceh, Kehadiran Negara dalam Krisis Sampah - Bagian III |
|
|---|
| Sinyal Otsus Diperpanjang, Apresiasi atas Lobi dan Komunikasi Politik Mualem |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kupi-Beungoh-Azhar-Abdullah-Panton.jpg)