Kupi Beungoh
World Rabies Day: Pengingat Bahaya Penyakit Anjing Gila
Rabies adalah penyakit prioritas utama dari 18 penyakit hewan menular strategis di Indonesia.
Sementara bpbd.baliprov.go.id melansir, sejak 1 Januari hingga 20 Juli 2025 terjadi 34.845 kasus GHPR di Bali dengan kematian mencapai 12 orang.
Baca juga: Cegah Rabies, Dinas Pertanian Sabang Gandeng Perbakin untuk Tembak Anjing Liar, Ini Jadwal & Imbauan
Rabies juga merebak di NTT. Hingga Agustus 2025 telah tercatat 16.999 kasus GHPR dengan 20 korban jiwa.
Di lain tempat, petaka Rabies melanda sebagian wilayah Kota Bangkok dan Provinsi Samut Prakan, Thailand pada awal September 2025.
Jika telah terdiagnosa positif Rabies, penderita tidak dapat disembuhkan, dan dipastikan berakhir dengan kematian.
Tapi, kematian akibat Rabies 100 persen dapat dicegah melalui tindakan vaksinasi.
Adalah Louis Pasteur, ilmuwan berbangsa Perancis yang berhasil menciptakan vaksin Rabies.
Vaksin ini pertama kali diujicobakan pada Juli 1885 dengan menyuntik Joseph Meister.
Seorang anak berusia sembilan tahun yang digigit anjing gila. Hasilnya, nyawa Joseph terselamatkan.
Kenali Gejala
Gejala penyakit pada anjing dapat terjadi dalam tiga bentuk: ganas (furious), jinak (dumb), dan tanpa gejala (asimtomatik).
Bentuk ganas, masa eksitasi panjang dan biasanya anjing akan mati dalam 2-5 hari setelah terlihat gejala.
Gejala yang terlihat hewan menjadi penakut atau sebaliknya (galak); bersembunyi di tempat-tempat yang dingin, gelap dan menyendiri; dan tidak menurut pada majikan.
Nafsu makan hilang dan air liur keluar berlebihan; ekor berada diantara dua paha; menyerang benda yang ada disekitarnya serta memakan benda-benda asing seperti batu, kayu dan lainnya.
Gejala lanjutan berupa kejang-kejang disusul dengan paralisa (kelumpuhan) dan berakhir dengan kematian.
Bentuk jinak, masa eksitasi pendek dan paralisa cepat terjadi.
Gejala yang teramati antara lain: bersembunyi di tempat yang gelap dan sejuk; kejang-kejang (berlangsung sangat singkat, bahkan jarang terlihat); lumpuh; tidak dapat menelan; mulut terbuka disertai air liur berlebihan; dan akhirnya mati.
| Usia 18 Tahun, Bawaslu Mengawasi |
|
|---|
| Bercanda yang Kebablasan: Saat Kata Jadi Awal Kekerasan Seksual |
|
|---|
| Saree di Persimpangan Jalan: Akankah UMKM Tergilas Roda Tol Sibanceh? |
|
|---|
| Membangun Sistem Pengelolaan Sampah Sehat di Aceh, Kehadiran Negara dalam Krisis Sampah - Bagian III |
|
|---|
| Sinyal Otsus Diperpanjang, Apresiasi atas Lobi dan Komunikasi Politik Mualem |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kupi-Beungoh-Azhar-Abdullah-Panton.jpg)