Kupi Beungoh
World Rabies Day: Pengingat Bahaya Penyakit Anjing Gila
Rabies adalah penyakit prioritas utama dari 18 penyakit hewan menular strategis di Indonesia.
Mencapai 95 persen, dimana 80 persen diantaranya terjadi di wilayah pedesaan. Korbannya sebagian besar adalah anak-anak.
Secara global, setiap sembilan menit, penyakit yang menjadi pertimbangan turis ketika ingin berkunjung ke suatu daerah ini merenggut satu nyawa.
Tidak kurang dari 60.000 orang meninggal dunia setiap tahun dengan kerugian ditaksir mencapai 8,6 miliar dolar Amerika per tahun.
Di Indonesia, sebanyak 26 dari 38 provinsi teridentifikasi sebagai daerah endemis rabies.
Pada tahun 2024 terdapat 185.359 kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) dengan 122 kematian pada manusia.
Sementara dari Januari hingga 7 Maret 2025 terdapat 13.453 kasus GHPR dengan kematian pada manusia sejumlah 25 kasus (kemkes.go.id).
Dalam konteks Aceh, tahun 2024 dilaporkan adanya 1.300 GHPR.
Sementara pada tahun 2025 ini, sejak Januari hingga 15 September, dilaporkan 1.013 kasus GHPR dengan satu kasus positif Rabies pada manusia yang berakhir dengan kematian.
Lebih 95 persen GHPR di Indonesia disebabkan oleh anjing.
Rabies adalah penyakit prioritas utama dari 18 penyakit hewan menular strategis di Indonesia.
Penyakit yang juga dikenal dengan nama Lyssa, rage, dan tollwut ini ditempatkan sebagai penyakit zoonosis prioritas kedua setelah Anthrax.
Sampai saat ini, GHPR masih kerap terjadi di beberapa daerah di Indonesia dan belahan dunia lainnnya.
Sebagai contoh, kasus terbaru yang terjadi di Bali.
Sembilan dari 15 pendaki Gunung Batukaru, Tabanan, digigit oleh anjing liar (Minggu, 21/9/2025).
Hasil uji laboratorium terhadap sampel otak anjing yang menggigit menunjukkan hasil positif.
| Usia 18 Tahun, Bawaslu Mengawasi |
|
|---|
| Bercanda yang Kebablasan: Saat Kata Jadi Awal Kekerasan Seksual |
|
|---|
| Saree di Persimpangan Jalan: Akankah UMKM Tergilas Roda Tol Sibanceh? |
|
|---|
| Membangun Sistem Pengelolaan Sampah Sehat di Aceh, Kehadiran Negara dalam Krisis Sampah - Bagian III |
|
|---|
| Sinyal Otsus Diperpanjang, Apresiasi atas Lobi dan Komunikasi Politik Mualem |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kupi-Beungoh-Azhar-Abdullah-Panton.jpg)