Kupi Beungoh

Indahnya Islam 

Setelah Islam datang, kondisi masyarakat Arab berubah secara signifikan, nilai-nilai kebaikan ditegakkan

Editor: Amirullah
istimewa
Dr. Ainal Mardhiah, S Ag, M.Ag, Dosen Pascasarjana UIN Ar Raniry Banda Aceh 

Oleh: Dr. Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag

Kepada Islam sering disematkan gelar yang negatif, oleh orang-orang yang tidak memahami bagaimana indahnya Islam, oleh orang-orang yang tidak memahami bagaimana Islam sebenarnya sehingga ia berbuat sesuai hawa nafsunya lalu menyebut dirinya Islam atau mereka yang tidak senang dengan Islam, ingin memfitnah Islam dengan kelakuan buruknya.

Kita sering mendengar kata-kata teroris disematkan kapada Islam setelah terjadi sesuatu kejadian buruk, seperti penembakan, pembunuhan, penghancuran, atau lainnya.

Dalam kondisi lain,  kepada umat Islam di sematkan sebagai orang miskin, kotor, malas, jorok, dekil,  tidak toleransi, bodoh, serakah, tidak amanah, senang berperang, senang nikah cerai atau  lainnya yang membuat sedih dan terluka hati orang-orang yang memahami Islam dengan baik dan benar.

Apa benar seburuk itu Islam? Sejahat itu orang Islam? Atau hanya oknum yang belum maksimal memahami Islam lalu melakukan hal-hal buruk demikian. Atau kaca mata mereka yang buruk, kotor, gelap sehingga apa yang mereka lihat tentang Islam menjadi buruk, kotor dan gelap. Sungguh, Islam itu indah. 

Bagaimana cara melihat indahnya Islam? Caranya adalah dengan cara membaca sejarah masyarakat Arab sebelum datangnya Islam, dan membaca sirah Nabawiyah pada masa Rasulullah sesudah datangnya Islam.

Hati yang bersih akan melihat indahnya Islam, dari segala sudut pandang dan sisi kehidupan yang di lakoni oleh Rasulullah SAW dan para sanabat.

Kondisi Masyarakat Arab Sebelum Islam.

Dalam buku pengantar Sirah Nabawiyah karangan Abul Hasan al-Ali Hasani an-Nadwi, terbitan Darul Qalam, Damaskus tahun 2001 disebutkan bahwa, masyarakat Arab sebelum datangnya Islam atau disebut zaman jahiliyah, dicirikan oleh keburukan sosial.

Peperangan antarsuku, perbudakan, dan perilaku merusak seperti perjudian dan minum-minuman keras, pencabulan,  serta kepercayaan yang didominasi penyembahan berhala.

Mereka "jahil" atau bodoh bukan karena tidak berilmu tapi karena mereka menyembah patung-patung yang mereka buat sendiri.

Kondisi sosial dan politik.  Masyarakat Arab,  terpecah dalam bentuk suku (kabilah) dengan ikatan kekeluargaan yang kuat, yang sering kali menyebabkan konflik dan peperangan antar suku.

Terdapat kesenjangan yang besar antara kaum bangsawan dan masyarakat biasa, dengan kaum bangsawan memiliki otoritas yang dominan. Perbudakan menjadi hal yang umum, dan perempuan sering diperlakukan dengan buruk, bahkan seperti barang.

Peperangan antar suku sering terjadi, meskipun ada bulan-bulan tertentu yang diharamkan untuk berperang. Kepercayaan yang paling dominan adalah penyembahan berhala dan dewa-dewa, termasuk 360 berhala di sekitar Ka'bah, ini salah satu penyebab mereka disebut "jahil", karena menyembah patung-patung yang mereka ciptakan sendiri.

Sebagian kecil masyarakat memeluk agama Yahudi dan Kristen, sementara ada juga yang masih mengikuti ajaran agama Nabi Ibrahim (Hanif).

Dalam bidang ekonomi dan peradaban,  Mekah adalah pusat perdagangan penting, dan masyarakat Arab adalah pedagang yang ulung. Pertani, di beberapa wilayah, pertanian sudah maju dengan penggunaan alat pertanian dan sistem irigasi. Pendidikan bersifat lisan, di mana pengetahuan, puisi, dan cerita disampaikan dari generasi ke generasi melalui tradisi lisan.  

Mereka memiliki sifat kemurahan hati, kedermawanan, dan kemampuan untuk bertahan hidup dalam kondisi sulit.

Kondisi Masyarakat Arab Sesudah Islam

Setelah Islam datang, kondisi masyarakat Arab berubah secara signifikan, nilai-nilai kebaikan ditegakkan, kezaliman seperti pembunuhan anak perempuan hidup-hidup, perbudakan, dan riba dihilangkan, serta kesetaraan dan penghormatan antar individu ditegakkan.

Perubahan ini meliputi aspek sosial, politik, budaya, dan ekonomi, menjadikan masyarakat yang sebelumnya termasyhur dengan kebiasaan jahiliah menjadi lebih teratur dan menghargai kemanusiaan. 

Dakwah Rasulullah SAW menyebarkan Islam, mengajarkan Al-Qur'an, sampai Al-Qur'an itu menjadi rujukan kehidupan, ruh, dan akhlak bagi setiap muslim di Arab.  Sampai Al-Qur'an itu di hafal, diamalkan dan diajarkan kepada setiap muslim,  ini menjadi tonggak  perubahan dunia dari kondisi jahiliyah kapada kondisi Islamiyah.  

Ketika itulah dapat kita lihat Islam itu sangat indah.

Dampak Islam pada Masyarakat Arab, setelah kedatangan Islam, terdapat perubahan besar dalam masyarakat Arab, antara lain: 

Pertama, Perbaikan Sosial dan Moral. Islam menghapus tradisi buruk seperti mengubur anak perempuan hidup hidup, perjudian, dan perzinahan. 

Sebagaimana Allah sebutkan dalam ayat berikut ini:

"Janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah (membunuhnya), kecuali dengan suatu (alasan) yang benar...". (Surah Al Isra Ayat 33).

Apa alasan dalam Islam yang membolehkan atau membenarkan membunuh? Pertama, jihad yaitu agama Islam di hina, difitnah, dilecehkan, dinodai. (QS. Al-Hajj: 78). Kedua, umat Islam dibunuh maka berlaku hukum qishash bagi pembunuh (QS  Al-Baqarah ayat 178-179). Ketiga, murtad yaitu bolak balek keluar masuk Islam (QS. al-Nisâ: 137). Keempat, laki-laki perempuan yang sudah menikah, lalu ia berzina  maka berlaku bagi ia hukuman jilid. (QS. An-Nur:2).

Kedua, Kesetaraan dan Penghormatan. 

Peran perempuan yang sebelumnya rendah menjadi lebih terhormat, dan semua orang diperlakukan dengan rasa hormat. 

"Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti". (QS. Al-Hujurat: 13).

Ketiga, Penghapusan Riba. 

Praktik riba yang merajalela di zaman jahiliah dihilangkan, menggantinya dengan sistem ekonomi yang lebih adil. 

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS.Ali Imran: 130).

Keempat, Penghapusan Perbudakan.

Perbudakan secara bertahap dihilangkan, meningkatkan status manusia dan mengurangi jurang pemisah antara si kaya dan si miskin. 

Ayat Al-Qur'an tentang penghapusan perbudakan mencakup anjuran untuk memerdekakan budak (QS. Al-Balad: 13, QS. Al-Baqarah: 177), ketentuan perjanjian bagi budak untuk menebus diri (QS. An-Nur: 33), serta menjadikannya sebagai kafarat atau tebusan dosa (QS. Al-Mujadilah: 3, QS. Al-Maidah: 89).

Kelima, Persatuan dan Persaudaraan.

Konflik dan peperangan antar kabilah yang umum terjadi sebelumnya berhasil diatasi dengan adanya ajaran Islam yang menanamkan persaudaraan. 

Ayat Al-Qur'an utama tentang ukhuwah islamiyah adalah QS. Al-Hujurat ayat 10 yang menyatakan, "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu (yang bertikai) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu dirahmati".  

Keenam, Perubahan Budaya. 

Nilai-nilai budaya yang buruk diubah menjadi budaya yang sesuai dengan syariat Islam. 

Indahnya islam

Transformasi dari zaman Jahiliah ke zaman Islamiyah adalah masyarakat Arab sebelum Islam itu dikenal sebagai zaman jahiliah karena kondisi sosial dan moral yang rusak. Setelah Islam datang, masyarakat mengalami perubahan. Adapun bentuk transformasinya adalah:

Pertama, Dari Fanatisme Suku menjadi Persatuan. 

Islam mengantarkan masyarakat Arab dari keterpecahan akibat fanatisme kabilah menjadi satu kesatuan (ukhuwah Islamiyah) di bawah satu ajaran. 

Kedua, Dari Kebejatan menjadi Kebajikan.

Ajaran Islam membawa nilai-nilai kebajikan, menggantikan perilaku seperti mencuri, merampok, dan minum khamr yang sering terjadi sebelumnya. 

Ketiga, Dari Penindasan menjadi Keadilan.
Keadilan ditegakkan bagi semua lapisan masyarakat, terutama bagi kelompok yang lemah dan tertindas. 

Dengan demikian, kedatangan Islam tidak hanya membawa perubahan keyakinan, tetapi juga mentransformasi seluruh tatanan masyarakat Arab menjadi lebih beradab dan menghargai nilai-nilai kemanusiaan. 

Hal ini membuktikan bahwa Islam itu indah, Islam itu rahmat bagi sekalian. Sebutan negatif yang di sematkan kepada Islam sesungguhnya adalah fitnah, kebohongan untuk merusak nama baik  Islam. Upaya untuk memudarkan keyakinan, kebanggan umat Islam terhadap agamanya.

Upaya untuk memecah belah persatuan dan saling percaya diantara umat Islam. Upaya untuk menghancurkan Islam.

Oleh karena itu, kepada umat Islam, ditengah berbagai maraknya persoalan moral yang terjadi sekarang ini, hampir serupa dengan kejadian dimasa Jahiliyah dulu, jangan tinggalkan Al-Qur'an dan As-Sunnah, jangan berpecah belah. Utamakan mengajar Al-Qur'an dan Hadits kepada generasi Islam sebagai petunjuk, landasan dan dasar dalam berfikir, dan berbuat.

Kepada pemerintah atau dinas terkait, penting membuat aturan bahwa siswa-siswi muslim ditiap sekolah, dayah dan pesantren harus mampu membaca dan menguasai Al-Qur'an-Hadits dengan baik. Harus menguasai ilmu yang terkait Al-Qur'an dan Hadits dengan dengan baik, selain menghafalkan Al-Qur'an dan Hadits secara bertahap. Tentunya ini harus disusun dalam bentuk kurikukum pendidikan yang sistematis di setiap jenjang pendidukan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan usia anak didik.

Kepada pemerintah, penting memperhatikan pelajaran agama di sekolah harus diajarkan dengan tuntas, dibuktikan dengan penguasaan teori dan praktek tentang materi pembelajaran Agama Islam pada anak didik dengan baik. 

Teori, dan praktek itu penting, untuk menjadi bingkai dalam beramal dan berprilaku. Lalu ia kan menjadi petunjuk, aturan, filter dalam kehidupan seorang anak didik. Sehingga anak didik terpelihara dari berbagai dampak, dan pengaruh negatif perkembangan zaman. Al-Qur'an akan menjadi filter dan menjaganya. 

Untuk dapat menghadapi perkembangan zaman, kepada setiap anak didik yang muslim, wajib belajar segala ilmu yang terkandung dalam Al-Qur'an dan Hadits, mencakup studi tentang Al-Qur'an dan Hadis,  ilmu alam dan sosial yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam, dengan tujuan untuk mengenal Allah dan menerapkan prinsip-prinsip etika seperti keadilan, tanpa pemborosan, dan hanya untuk kepentingan publik.

Adapun ilmu yang terkandung dalam Al-Qur'an dan Sunnah adalah seperti:

Pertama, tentang air, alam semesta (teori Big Bang dan Big Crunch), embriologi, besi, pertemuan dua lautan dan lainnya.

Kedua, tentang teknologi dan keuangan syariah,  seperti pengembangan e-wallet halal, blockchain syariah, dan wakaf digital. 

Ketiga, Medis dan Bioetika Islam.
Pengembangan vaksin halal, praktik transplantasi, dan farmasi yang sesuai dengan prinsip Islam. 

Keempat, Dakwah Digital dan Teknologi Ibadah.
Penggunaan podcast, YouTube, dan aplikasi untuk penunjuk kiblat dan kalender hijriah. 

Kelima, Astronomi Islam.
Pengembangan astronomi untuk menentukan awal bulan seperti Ramadhan, menggunakan observatorium modern untuk hisab dan rukyat. 

Keenam, berbagai ilmu lainnya yang terkait dengan psikologi, matematika, fisika, kimia, bahasa, seni dan lain yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan hidup umat Islam, dalam rangka menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, dalam menjawab dan menghadapi tantangan zaman.

Lembaga pendidikan adalah tempat yang sangat tepat dalam menyiapkan generasi Islam yang terbaik dalam penguasaan ilmu, amal, karena dilembaga pendidikan memiliki pendidik dalam berbagai bidang keahlian, dan memiliki fasilitas belajar yang  cukup sesuai kebutuhan, dan ini tidak dimiliki dirumah. Namun orang tua, punya kewajiban untuk mendukung dan bekerjasama dengan sekolah dalam menyiapkan generasi terbaik disetiap zaman.

Generasi terbaik itu adalah generasi seperti generasi masa Rasulullah, yaitu mereka yang berfikir dan berbuat sebagaimana yang di wasiatkan oleh Al-Qur'an Dan Hadits Rasulullah SAW. Jika tidak demikian, maka akan kita lihat persoalan-persoalan yang semakin hari semakin banyak dan tak kunjung selesai. 

Wallahu'alam

 

*) PENULIS adalah  Dosen UIN Ar Raniry Banda Aceh

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Baca artikel KUPI BEUNGOH lainnya di SINI

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved