KUPI BEUNGOH
Membangun Ketangguhan Mental Sebelum Bencana Datang
Tanpa pemulihan psikologis yang tepat, proses rekonstruksi fisik bisa berjalan, tapi pemulihan manusia tidak sepenuhnya terjadi.
Pemerintah dan lembaga kebencanaan perlu memastikan bahwa kesehatan mental menjadi bagian dari rencana tanggap darurat nasional.
Setiap posko bencana idealnya dilengkapi tim psikososial yang bekerja berdampingan dengan tenaga medis.
Lebih jauh, peran pemimpin lokal dan tokoh masyarakat juga penting. Mereka adalah “agen legitimasi sosial” yang dapat membantu menghapus stigma dan mendorong warga untuk mencari pertolongan.
Ketika seorang kepala desa atau ulama setempat berbicara terbuka tentang pentingnya menjaga kesehatan mental, pesan itu memiliki kekuatan luar biasa.
Teknologi juga dapat menjadi solusi memperluas akses.
Konseling daring, aplikasi kesehatan mental, dan kampanye digital tentang coping skills dapat membantu menjangkau masyarakat yang jauh dari pusat layanan kesehatan.
Menjaga Jiwa dalam Ketidakpastian
Dalam konteks bencana, menjaga kewarasan adalah bentuk kesiapsiagaan yang paling mendasar.
Tanpa kesiapan mental, sirene peringatan dini pun kehilangan maknanya. Karena pada akhirnya, yang menekan tombol evakuasi adalah manusia bukan mesin.
Membangun ketangguhan mental sebelum bencana datang berarti menanamkan kemampuan untuk menghadapi ketidakpastian dengan pikiran jernih dan hati kuat.
Ia adalah investasi jangka panjang yang menjaga kita tetap manusiawi di tengah krisis.
Hari Kesehatan Mental Sedunia 2025 adalah momentum untuk menegaskan bahwa pemulihan pascabencana sejatinya dimulai dari dalam diri manusia, dari jiwa yang kuat, empati yang hidup, dan sistem yang memberi ruang bagi penyembuhan.
Karena ketangguhan bangsa bukan diukur dari seberapa cepat kita membangun kembali gedung-gedung yang runtuh, melainkan dari seberapa dalam kita bisa memulihkan manusia yang hampir runtuh bersamanya.
*) Penulis adalah Mahasiswa Magister Ilmu Kebencanaan USK, Direktur Eksekutif GEN-A, Duta Pemuda Indonesia 2025 Provinsi Aceh
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dr-Imam-Maulana-Mahasiswa-Magister-Ilmu-Kebencanaan-USK.jpg)