Senin, 1 Juni 2026

Serambi Ramadhan

Banjir Aceh & Ujian Integritas: Prof Muhibbuththbary Ingatkan Pentingnya Muraqabah di Bulan Ramadhan

Muraqabah adalah kesadaran batin bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi setiap gerak-gerik kita, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

Tayang:
Penulis: Gina Zahrina | Editor: Amirullah
Serambinews.com
SERAMBI RAMADHAN - Ketua Dewan Pembina DPP ISAD, Prof. Dr. H. Muhibbuththabary, M.Ag, menjadi narasumber dalam Serambi Ramadhan yang ditayangkan di Youtube Serambinews, Selasa (24/2/2026), dipandu oleh host Gina Zahrina. 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1447 H kali ini terasa berbeda bagi masyarakat Aceh yang sedang diuji dengan musibah banjir.

Di tengah suasana pemulihan pascabencana, integritas para pemegang amanah kini menjadi sorotan utama.  

​Ketua Dewan Pembina DPP Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Prof. Dr. H. Muhibbuththabary, M.Ag, menekankan bahwa Ramadhan adalah madrasah spiritual untuk memperbaiki diri dan menjaga kejujuran, terutama saat menghadapi krisis.

Hal tersebut disampaikannya dalam program Podcast Serambi Ramadhan bertajuk “Puasa dan Muraqabah di Tengah Musibah” yang dipandu oleh Gina Zahrina di kanal YouTube Serambinews.com, Selasa (24/2/2026).  

​Apa Itu Muraqabah?

​Prof. Muhib menjelaskan bahwa kunci untuk menjaga integritas di tengah musibah adalah dengan merawat sifat muraqabah.

Secara harfiah, muraqabah adalah kesadaran batin yang mendalam bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi setiap gerak-gerik manusia, baik yang nyata maupun yang tersembunyi di dalam hati.  

​""Muraqabah adalah kesadaran batin bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi setiap gerak-gerik kita, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Dalam konteks pascabencana, kesadaran inilah yang mencegah seseorang dari tindakan curang," tegasnya.

Baca juga: Bagaimana Hukum Berpuasa dalam Keadaan Berjunub? Simak Penjelasan Tgk Salman dalam Serambi Ramadhan

Dengan muraqabah, seseorang akan selalu merasa diawasi oleh Tuhan, sehingga takut untuk melakukan tindakan curang meskipun tidak ada manusia yang melihat.  

​Ujian Integritas di Tengah Banjir Aceh

​Musibah banjir yang merusak infrastruktur dan rumah warga di Aceh menjadi ladang ujian bagi kejujuran para pengelola bantuan. Prof. Muhib menyoroti beberapa tantangan besar yang muncul saat krisis, antara lain:  

  • Memastikan bantuan sampai kepada korban secara jujur tanpa penyelewengan.  
  • ​Mengatur sumber daya yang terbatas agar tersalurkan secara adil kepada yang benar-benar berhak.  
  • ​Menghindari penyalahgunaan wewenang atau dana darurat demi kepentingan pribadi.  

​Lebih lanjut, Prof. Muhib mengingatkan para pemimpin dan pengelola bantuan agar senantiasa merujuk pada pesan suci Al-Qur'an, khususnya Surah An-Nisa ayat 58, yang mewajibkan penyampaian amanah kepada mereka yang benar-benar berhak secara adil.

Ia menekankan bahwa di tengah keterbatasan sumber daya akibat bencana hebat tersebut, godaan untuk bersikap tidak adil sangatlah besar.

Oleh karena itu, Ramadhan kali ini harus dijadikan benteng spiritual agar setiap individu tetap teguh pada prinsip keadilan.

Baca juga: Tgk Mustafa Husen Woyla Jelaskan Makna Keihklasan dan Keridhaan dalam Bincang Serambi Ramadhan

​Ciri Seseorang Memiliki Muraqabah dalam Krisis

​Menurut Prof. Muhib, orang yang benar-benar memiliki sifat muraqabah saat menghadapi musibah akan menunjukkan karakter sebagai berikut:

  • ​Kejujuran Mutlak: Tidak ada sedikit pun niat untuk menyelewengkan bantuan.  
  • ​Tanggung Jawab Tinggi: Tetap teguh memegang amanah meskipun berada di bawah tekanan situasi sulit.  
  • ​Memprioritaskan Rakyat: Mendahulukan kepentingan orang banyak di atas kepentingan pribadi atau kelompok.  
  • ​Adil dan Transparan: Menjaga kualitas pelayanan dan distribusi bantuan secara merata.  

​Momentum Perbaikan Diri

​Di akhir diskusi, Prof. Muhib mengajak masyarakat menjadikan Ramadhan di tengah suasana pemulihan banjir ini sebagai waktu untuk introspeksi diri.

Ia berharap musibah ini membawa masyarakat lebih dekat kepada Allah (Hablum Minallah) dan memperbaiki hubungan antarmanusia (Hablum Minannas) melalui transparansi.  

​"Jika kita menjaga muraqabah, maka kita akan selalu jujur dan amanah dalam setiap tindakan, baik dalam mengelola bantuan banjir maupun dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya.

​Jangan Lewatkan: Saksikan tayangan lengkap podcast ini di kanal YouTube resmi Serambinews.com untuk mendapatkan wawasan spiritual yang lebih mendalam.

(Serambinews.com/Gina Zahrina).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved