Minggu, 3 Mei 2026

Serambi Ramadhan

Tgk Burhanuddin: Di Tengah Lumpur, Doa Jadi Kekuatan Penyintas Banjir Aceh

​Dalam perspektif Islam, Tgk. Burhanuddin menekankan bahwa musibah merupakan tazkirah (pengingat) untuk meningkatkan keimanan.

Tayang:
Penulis: Gina Zahrina | Editor: Amirullah
Serambinews.com
SERAMBI RAMADHAN - Pengurus DPP ISAD Aceh, Tgk. Burhanuddin, S.Pd.I., M.A., mengisi program "Serambi Ramadhan" di YouTube Serambinews, Senin (2/3/2026), yang dipandu host Gina Zahrina. 

SERAMBINEWS.COM - Memasuki hari ke-12 Ramadhan 1447 Hijriah, duka akibat musibah banjir besar yang melanda Aceh pada 28 November 2025 lalu rupanya belum sepenuhnya menguap.

Di balik khidmatnya lantunan ayat suci di masjid-masjid, masih ada ribuan penyintas yang harus berbuka dan sahur di tengah keterbatasan di hunian, sementara maupun rumah kerabat, lantaran kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

Fenomena sosial dan spiritual ini menjadi pembahasan utama dalam program "Serambi Ramadhan" yang tayang di kanal YouTube Serambinews.com, Senin (2/3/2026).

Menghadirkan Pengurus DPP Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Tgk. Burhanuddin, MA, diskusi tersebut mengupas tuntas tema "Di Tengah Lumpur dan Doa: Makna Puasa bagi Penyintas Banjir Aceh".

Program ini merupakan kerja sama Serambi Indonesia dengan ISAD Aceh dan didukung Bank Aceh Syariah. Selama Ramadhan, program tersebut tayang setiap hari pukul 14.30 WIB dan dipandu host Gina Zahrina.

Baca juga: Bagaimana Hukum Berpuasa dalam Keadaan Berjunub? Simak Penjelasan Tgk Salman dalam Serambi Ramadhan

Penyintas Banjir Masih Hadapi Kesulitan

Musibah banjir Aceh yang terjadi pada (28/11/2025) masih menyisakan persoalan serius.

Sejumlah warga terdampak hingga kini belum memiliki rumah layak huni. Sebagian lainnya kehilangan sumber penghasilan, seperti toko, kebun, dan sawah.

Di tengah kondisi tersebut, para penyintas memasuki bulan Ramadhan dengan keterbatasan. Banyak yang masih tinggal di hunian sementara atau menumpang di rumah keluarga.

Harapan dan doa menjadi penguat utama mereka untuk bangkit dari keterpurukan.

​Dalam perspektif Islam, Tgk. Burhanuddin menekankan bahwa musibah merupakan tazkirah (pengingat) untuk meningkatkan keimanan.

Bagi para penyintas, kesabaran dalam menghadapi ujian ini diyakini akan berbuah pahala berlipat ganda, terutama di bulan suci Ramadhan.

​“Bagi penyintas banjir, mereka mendapatkan pahala berkali lipat jika menyadari bahwa ujian ini adalah bagian dari kecintaan Allah. Nabi mengajarkan kita untuk berdoa agar musibah ini diganti dengan yang lebih baik,” ujarnya.

Baca juga: Tgk Mustafa Husen Woyla Jelaskan Makna Keihklasan dan Keridhaan dalam Bincang Serambi Ramadhan

Namun, Tgk. Burhanuddin juga menegaskan bahwa ujian ini bukan hanya milik para korban, melainkan juga ujian bagi masyarakat yang memiliki kelapangan rezeki.

Ia mengetuk pintu hati publik untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum emas dalam menyalurkan sedekah dan infak.

Kepedulian sosial sangat dibutuhkan saat ini, terutama bagi para korban yang kini kehilangan sawah, kebun, hingga toko yang selama ini menjadi sandaran hidup keluarga mereka.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved