Senin, 11 Mei 2026

Berita Banda Aceh

KONI Aceh Berharap PORA Tetap 2026

KONI Aceh selaku induk dan pembina prestasi cabang olahraga di Aceh, berharap agar pelaksanaan PORA ke-15 di Aceh Jaya

Tayang:
Editor: mufti
for serambinews/DOK HUMAS KONI ACEH
KATA SAMBUTAN – Ketua Umum KONI Aceh, Saiful Bahri atau Pon Yaya memberikan kata sambutan dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Rakerprov KONI 2026, di Hotel Grand Nanggroe, Jumat (8/5) malam. 

Ringkasan Berita:
  • KONI Aceh selaku induk dan pembina prestasi cabang olahraga di Aceh, berharap agar pelaksanaan PORA ke-15 di Aceh Jaya, sesuai skedul atau Noppember tahun 2026
  • Mereka menyatakan tahun 2027 adalah persiapan puncak atlet Aceh menuju Pra PON, dan Porwil. Itu juga sebagai kepastian menatap PON 2028 NTB/NTT
  • Melalui Rapat Kerja ini, KONI Aceh berharap lahir berbagai program strategis yang mampu membawa olahraga Aceh semakin berprestasi di tingkat nasional

Mereka menyatakan tahun 2027 adalah persiapan puncak atlet Aceh menuju Pra PON, dan Porwil. Itu juga sebagai kepastian menatap PON 2028 NTB/NTT. PON YAYA, Ketua Umum KONI Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh selaku induk dan pembina prestasi cabang olahraga di Aceh, berharap agar pelaksanaan PORA ke-15 di Aceh Jaya, sesuai skedul atau Noppember tahun 2026. 

“Ini semata mata untuk kesinambungan penjenjangan karir dan prestasi atlet dalam meniti even yang juga secara berjenjang,” kata Saiful Bahri atau Pon Yaya, Ketua Umum KONI Aceh, Jumat (8/5/2026) malam.

Pon Yaya mengungkapkan ‘suara hati’ KONI Aceh itu, saat memberikan sambutan  dalam ajang Rakerprov KONI Aceh di Hotel Grand Naggroe. Menurutnya, pelaksanaan PORA tahun 2026 dirasakan sebagai sebuah keniscayaan, untuk menghindari terjadinya perekrutan atlet mewakili daerah secara unfair, atau main comot, tanpa melalui jenjang kejuaraan atau adu prestasi. 

“Saya berharap Rakerprov kali ini membahas masalah PORA itu secara lebih intens dan mengeluarkan rekomendasi yang juga mewakili suara mayoritas,” kata Pon Yaya.

Ditambahkan, kehendak penyelenggaraan PORA Ke-15 di tahun 2026 sesuai rencana itu juga datang dari mayoritas Pengprov selaku pemilik dan pembina atlet secara langsung. 

“Mereka menyatakan tahun 2027 adalah persiapan puncak atlet Aceh menuju Pra PON, dan Porwil. Itu juga sebagai kepastian menatap PON 2028 NTB/NTT. Jadi, kita hanya menampung aspirasi dan masukan dari teman-teman Pengprov,” tandas Pon Yaya.

Ketua Umum KONI Aceh itu juga menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembinaan atlet guna menghadapi agenda besar olahraga nasional, khususnya Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Menurutnya, seluruh potensi harus dimaksimalkan sejak dini agar mampu bersaing di tingkat nasional. 

“Seluruh kekuatan harus kita maksimalkan. Pembinaan terus berjalan, termasuk melalui program latihan atlet muda dan pelajar hasil seleksi dari berbagai kejuaraan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembinaan berbasis pelajar menjadi strategi penting dalam menjaga kesinambungan prestasi olahraga Aceh. Program tersebut dinilai sebagai fondasi utama dalam mencetak atlet masa depan.

Pon Yaya juga mengajak seluruh pengurus cabang olahraga untuk bekerja lebih maksimal, dengan memastikan setiap program berjalan terarah dan terukur. “Kita harus memastikan setiap tahapan berjalan baik agar hasilnya maksimal sesuai harapan masyarakat dan pemerintah,” tegasnya.

Ia turut menyoroti pentingnya dukungan anggaran dari pemerintah dalam menunjang keberhasilan pembinaan, terutama menjelang Pra-PON 2027 dan PON 2028. “Dukungan tersebut menjadi faktor penentu dalam meningkatkan prestasi olahraga Aceh secara berkelanjutan.”

Ditambahkan, melalui Rapat Kerja ini, KONI Aceh berharap lahir berbagai program strategis yang mampu membawa olahraga Aceh semakin berprestasi di tingkat nasional.(ran)

 

 

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved