Imbas Sanksi FIFA, Pemain Ilegal Malaysia Buka Opsi Gugat FAM
Kasus ini bermula dari dugaan pemalsuan dokumen kakek dan nenek beberapa pemain naturalisasi Malaysia.
Tuntutan Ganti Rugi dan Tanggung Jawab FAM
Masih melansir NST, para pemain menilai langkah hukum merupakan tindakan rasional karena FAM dianggap memiliki peran langsung dalam proses administrasi yang bermasalah.
“Mereka dapat melakukannya dan hal itu tidak akan mengejutkan mengingat dampak finansial dari larangan yang dijatuhkan,” tulis media tersebut.
Selain menuntut ganti rugi, pemain juga disebut ingin memulihkan reputasi setelah kasus ini mencuat ke publik internasional.
“Permohonan ganti rugi juga dapat membantu membersihkan nama mereka,” lanjut laporan NST. “Memudahkan mereka untuk mencari klub baru setelah masa skorsing.”
Ketujuh pemain tersebut adalah Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
Mereka dinyatakan melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA terkait pemalsuan dokumen.
Kasus ini membuat skandal pemain naturalisasi ilegal di Malaysia kian rumit dan berpotensi berlanjut panjang di jalur hukum.
Baca juga: Pemerintah Mau Batasi Game PUBG, Ketua MPU Aceh: Presiden Sudah Sangat Terlambat, Tutup Sekarang!
Baca juga: Ahli Waris Pahlawan Nasional Berhak Dapat Tunjangan Rp 50 Juta per Tahun dan BPJS Kesehatan
Baca juga: Profil Hajjah Rahmah El Yunusiyah, Pelopor Pendidikan dari Sumatera Barat Jadi Pahlawan Nasional
| TNI AL Amankan 1.832 Kosmetik Ilegal Asal Malaysia di Perbatasan Nunukan |
|
|---|
| Suasana Haru Sambut 37 PMI Aceh Dideportasi Usai Jalani Hukuman di Malaysia |
|
|---|
| Tak Miliki Dokumen Lengkap, 37 PMI Ilegal yang Dideportasi dari Malaysia Tiba di Aceh |
|
|---|
| VIDEO - Ismail Rasyid Bahas Serius Konektivitas Aceh-Malaysia |
|
|---|
| Ismail Rasyid Bahas Peluang Konektivitas Aceh-Malaysia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pemain-Timnas-Malaysia-yang-disanksi-FIFA.jpg)