Minggu, 7 Juni 2026

Ramadhan 2026

Doa Berbuka Puasa Ramadan 2026 Lengkap dalam Bahasa Arab, Latin, dan Artinya

Berikut bacaan niat puasa Ramadan dan doa berbuka puasa lengkap dengan tulisan Arab, latin, serta artinya yang bisa diamalkan.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM/AI
ILUSTRASI BERBUKA PUASA - Doa Berbuka Buka Puasa Ramadan 2026 Lengkap dalam Bahasa Arab, Latin, dan Artinya 

Umat Muslim kini tinggal bersiap menyambut bulan suci. Niat diluruskan, doa diperbanyak, dan semoga Ramadan tahun ini membawa keberkahan bagi semua. 

Penjelasan BRIN

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi bahwa 1 Ramadhan 1447 H akan jatuh berbeda.

1 Ramadhan 1447 H di wilayah Indonesia diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Dia menerangkan, pada saat Maghrib 17 Februari 2026 di wilayah Asia Tenggara posisi hilal belum memenuhi kriteria baru MABIMS, sebagaimana yang digunakan pemerintah dan untuk menentukan awal bulan hijriah.

Ketika waktu tersebut, posisi hilal belum memenuhi tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

"Fakta Astronomi pada saat maghrib 17 Februari 2026 di wilayah Asia Tenggara, posisi hilal belum memenuhi kriteria MABIMS, kriteria yang digunakan oleh pemerintah dan sebagian besar ormas Islam, yaitu kurva kuning, ini tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat geosentrik. Ini di wilayah Amerika, sehingga di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, belum memenuhi kriteria," kata Thomas, dikutip dari laman Youtube resminya.

"Sehingga, 1 Ramadhan 1447 jatuh pada tanggal 19 Februari 2026," imbuhnya.

Namun, ada pula ormas yang menggunakan kriteria Turkiye, di mana posisi Bulan di wilayah Alaska telah memenuhi kriteria dan ijtimak terjadi sebelum fajar di Selandia Baru. Ini artinya, menurut kriteria Türkiye, 1 Ramadhan 1447 jatuh pada 18 Februari 2026.

"Jadi ada potensi perbedaan awal Ramadhan, ada yang 18 Februari dan 19 Februari," ungkapnya.

Puasa Menurut NU

Nahdlatul Ulama (NU) diprediksi akan melaksanakan puasa 1 Ramadhan 1447 Hijriah pada 19 Februari 2026.

Ini mengacu pada penjelasan Guru Besar Ilmu Falak UIN Walisongo Semarang Prof. H. Ahmad Izzuddin dalam lokakarya imsakiyah Nahdlatul Ulama (NU).

Ia mengatakan, ijtimak terjadi pada Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 19.02 WIB.

Berdasarkan perhitungan hisab dan kriteria MABIMS, posisi hilal saat Matahari terbenam masih berada di bawah ufuk dan belum memenuhi kriteria imkanur rukyat. Dengan demikian, awal Ramadhan 1447 H diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Dilansir dari laman NU Online, penetapan awal Ramadhan menurut NU ditetapkan menggunakan metode rukyatul hilal. Metode tersebut sudah dipakai sejak zaman Nabi Muhammad SAW hingga saat ini.

Hanya saja, zaman sekarang pengamatan hilal dibantu dengan alat teropong agar lebih akurat dan maksimal.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved