Idul Fitri 2026
Bacaan Takbir Idul Fitri Versi Panjang, Teks Lengkap Bahasa Arab, Latin dan Artinya
Bacaan takbir yang dikutip dari buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap oleh Drs. Moh. Rifa'i, diterbitkan oleh PT Karya Toha Putra Semarang
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Nurul Hayati
Laa - ilaaha - illallaahu wahdah, shadaqa wa'dah, wanashara 'abdah,
wa - a'azza - jundah, wahazamal - ahzaaba wahdah.
Laa - ilaaha illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil - hamd.
Baca juga: Lafaz Doa Niat Mandi Keramas Sebelum Shalat Idul Fitri, Ini Tata Cara Agar Sah dan Sempurna
Arti Bacaan Takbiran:
"Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar.
Tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah dan Allah Mahabesar.
Allah Mahabesar dan segala puji hanya bagi Allah
Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar
Allah maha besar dengan segala kebesaran,
Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya,
Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore.
Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam meskipun orang kafir, munafiq dan musyrik membencinya.
Tiada Tuhan selain Allah dengan ke Esaan-Nya. Dia menepati janji, menolong hamba dan memuliakan bala tentara-Nya serta melarikan musuh dengan ke Esaan-Nya. Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar. Allah maha besar dan segala puji bagi Allah."
Waktu takbir Idul Fitri mulai bisa dikumandangkan
Lantas, kapankah takbir Idul Fitri 1447 H mulai bisa dikumandangkan?
Ustadz Abdul Somad dalam video yang diunggah di kanal YouTube resminya pernah menyampaikan, bahwa ada dua pendapat ulama mengenai waktu dimulainya takbiran.
Pertama, takbiran bisa dikumandangkan sejak malam, yaitu setelah maghrib satu hari sebelum salat Idul Fitri.
Baca juga: Kenapa Idulfitri Indonesia Sering Berbeda dengan Arab Saudi, Ini Penjelasannya
Kedua, dimulai saat pagi hari ketika menuju shalat Ied.
"Pertama mulai malam Idul Fitri, habis maghrib sampai besok khatib shalat Idul Fitri naik mimbar."
"Pendapat kedua ketika pagi, mau berangkat mau menuju tempat shalat Ied, itulah baru bertakbir," terang Ustaz Abdul Somad dalam video penjelasannya itu.
Berikut tayangan video penjelasan Ustad Abdul Somad soal waktu takbir hari raya Idul Fitri mulai bisa dikumandangkan.
Setelah salat Idul Fitri selesai, maka setelah itu tidak ada lagi takbir.
Berbeda dengan Idul Adha yang mana ada hari tasyrik, maka selama hari tasyrik itu masih disunnahkan untuk mengumandangkan takbir.
"Sampai khatib naik mimbar, setelah itu habis tidak ada takbir, yang takbir hari pertama, hari kedua, hari ketiga itu Idul Adha, 11, 12, 13, Wallahu A'lam Bishawab," tutup Ustaz Somad.
(Serambinews.com/Yeni Hardika)
BACA BERITA LAINNYA DI SINI
| Puasa Syawal Hanya Senin-Kamis, Bolehkah? Ini Penjelasan Mazhab Syafii yang Perlu Diketahui |
|
|---|
| Puasa Syawal dan Utang Ramadhan, Mana Didahulukan? Ini Penjelasan UAS yang Bikin Tenang |
|
|---|
| Waktu Terbaik Puasa Syawal 6 Hari, Ini Penjelasan Buya Yahya Soal Jadwal dan Keutamaannya |
|
|---|
| Puasa Syawal Cuma Senin-Kamis, Bolehkah? Ini Penjelasan Lengkap Menurut Mazhab Syafii |
|
|---|
| Trik Dapat Dua Pahala Sekaligus! UAS Jelaskan Hukum Gabung Puasa Syawal dan Qadha Ramadhan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/PAWAI-TAKBIR-LEBARAN-QURBAN-PALESTINA.jpg)