Jumat, 10 April 2026

Idul Fitri 2026

Puasa Syawal 6 Hari Dimulai Kapan? Simak Penjelasan Buya Yahya

Usai menyempurnakan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh, umat Muslim kini dianjurkan melanjutkan amalan sunnah ypuasa enam hari.

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Amirullah
cheapumrahpackage.us
puasa syawal - Puasa Syawal 6 Hari Dimulai Kapan? Simak Penjelasan Buya Yahya 

SERAMBINEWS.COM – Pemerintah menetapkan 1 Syawal jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, suasana lebaran masih terasa di banyak tempat.

Di tengah momen itu, umat Muslim kembali diingatkan pada satu amalan sunnah yang sayang untuk dilewatkan: puasa enam hari di bulan Syawal.

Ibadah ini bukan sekadar pelengkap setelah Ramadhan. Ada keutamaan besar yang menyertainya.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang menunaikan puasa Ramadhan, lalu melanjutkannya dengan enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya seperti berpuasa selama setahun penuh.

Karena itu, tak sedikit yang langsung bertanya: kapan waktu terbaik untuk mulai menjalankannya?

Jadwal terbaik menurut mazhab Imam Syafi'i

Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Prof. Yahya Zainul Ma'arif atau yang akrab disapa Buya Yahya, memberikan penjelasan mendalam mengenai persoalan ini.

Melansir kajian dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menjelaskan adanya perbedaan pendapat (ikhtilaf) di kalangan ulama mengenai waktu pengerjaannya.

Baca juga: Fenomena Puasa Ikut Rukyat, Lebaran Ikut Hisab Mencuat, Ulama Ingatkan Pentingnya Konsistensi

Dalam mazhab Imam Syafi'i, yang mayoritas dianut masyarakat Indonesia, puasa Syawal sangat dikukuhkan untuk dikerjakan segera setelah hari raya, yakni mulai tanggal 2 Syawal (Minggu, 22 Maret 2026) secara berurutan selama enam hari hingga tanggal 7 Syawal.

"Penjelasan dari Faatbaahu Sittan, puasa 6 Syawal itu disunnahkan, menurut Imam Syafi'i disunnahkan di atas sunnah sangat dikukuhkan, jika ditanggal ke-2 berurutan sampai tanggal ke-6. Itu dalam mazhab Imam Syafi'i radhiallahu 'anhu," kata Buya Yahya.

Berikut tayangan video penjelasan lengkap Buya Yahya soal waktu pengerjaan puasa sunnah Syawal.

Sementara itu, menurut Imam Maliki, makruh apabila langsung memulai puasa sunnah Syawal setelahnya hari raya pertama Idul Fitri atau pada tanggal 2 Syawal.

Ini karena dikhawatirkan, puasa sunnah Syawal menjadi sebuah kewajiban sehingga dianggap bisa memberatkan orang.

"Jadi kalau Anda kenal yang Mazhab Maliki, tidak langsung (puasa) hari ke-2, 3, 4 nanti," jelas Buya Yahya.

Lalu, apakah pengikut Mazhab Imam Syafi'i boleh jika tidak langsung mengambil puasa sunnah Syawal pada tanggal 2 Syawal?

Dikatakan Buya Yahya, boleh mengerjakan puasa sunnah Syawal kapan saja selagi masih dalam bulan Syawal.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved