Kajian Islam
Hukum Rambut Rontok Saat Haid, Perlukah Dikumpulkan? Ini Penjelasan Buya Yahya
Kekhawatiran berlebihan terhadap rambut rontok selama haid justru tidak perlu, karena tidak memengaruhi keabsahan ibadah seseorang.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM - Pendakwah Buya Yahya, menjelaskan hukum terkait kebiasaan sebagian perempuan yang mengumpulkan rambut rontok selama masa haid untuk kemudian dibersihkan atau dimandikan.
Dalam penjelasannya, Buya Yahya menegaskan bahwa tidak ada kewajiban dalam Islam untuk mengumpulkan atau menyucikan rambut yang telah rontok. Hal ini karena rambut yang sudah terlepas dari tubuh tidak lagi termasuk bagian yang dibawa saat seseorang melaksanakan salat.
“Yang wajib disucikan adalah seluruh anggota tubuh yang masih melekat dan dibawa dalam salat,” jelasnya. dikutip dari YouTube Buya Yahya, Selasa (7/4/2026).
Ia menambahkan bahwa mandi besar diwajibkan ketika seseorang mengalami hadas besar, seperti haid, nifas, atau hubungan suami istri.
Namun, kewajiban tersebut hanya berlaku untuk tubuh yang masih menyatu, bukan bagian yang sudah terpisah seperti rambut rontok atau kuku yang telah dipotong.
Menurutnya, kekhawatiran berlebihan terhadap rambut rontok selama haid justru tidak perlu, karena tidak memengaruhi keabsahan ibadah seseorang.
Baca juga: Buya Yahya Ungkap Cara Didik Anak Sejak Kecil: Laki-laki Jadi Pelindung, Perempuan Jaga Kehormatan
Meski demikian, Buya Yahya menyebut terdapat anjuran (bukan kewajiban) dalam beberapa riwayat untuk mengubur potongan rambut atau kuku dalam keadaan bersih.
Namun hal itu bersifat sunnah dan tidak berdampak pada sah atau tidaknya ibadah.
Buya Yahya Berbagi Tips Menjadi Istri Solehah, Cukup Lakukan Dua Hal Ini
Dai kondang Tanah Air, Buya Yahya, menjelaskan menjadi istri solehah tidaklah rumit.
Seorang wanita cukup melakukan dua hal utama, taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta taat kepada suami dengan penuh keikhlasan.
Selain itu, menjaga ibadah, bersikap baik kepada sesama, dan menjaga lisan dari ucapan buruk menjadi kunci utama.
Wanita solehah adalah yang menghormati suaminya, tidak merendahkan, serta menjaga mata, telinga, dan lidah dari dosa.
Baca juga: Jangan Paksa Anak! Buya Yahya Ungkap Cara Mengarahkan Sesuai Potensinya
Bahkan jika seseorang rajin beribadah tapi lisannya tajam, Buya mengingatkan bahwa hal itu bisa menyeret ke neraka.
Maka, memahami ilmu dan sadar diri menjadi pondasi penting dalam membangun rumah tangga yang diridhai Allah.
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Bahjah yang berpusat di Cirebon, Yahya Zainul Ma'arif atau akrab disapa Buya Yahya, membagikan cara menjadi istri solehah.
| Buya Yahya Ungkap Cara Didik Anak Sejak Kecil: Laki-laki Jadi Pelindung, Perempuan Jaga Kehormatan |
|
|---|
| Jangan Paksa Anak! Buya Yahya Ungkap Cara Mengarahkan Sesuai Potensinya |
|
|---|
| Persahabatan karena Allah, Akankah Dipertemukan Kembali di Akhirat? Ini Penjelasan Buya Yahya |
|
|---|
| Uang DP Hangus Saat Transaksi Batal? Buya Yahya: Haram, Itu Bukan Hak Penjual! |
|
|---|
| Hukum Menikah dengan Sepupu dalam Islam, Bolehkah? Ini Penjelasan Buya Yahya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ilustrasi-rambut-rontok-pada-wanita-buatan-Gemini-AI.jpg)