Sabtu, 6 Juni 2026

Mihrab

Surah Al-Ashr Jadi Pengingat, Dr Marzuki Ajak Umat Manfaatkan Waktu Sebaik Mungkin

Ia mengatakan banyak orang tidak menyadari betapa cepat waktu berlalu hingga akhirnya merasa hari-hari berjalan sangat singkat. 

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO
Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Dr Marzuki Abubakar 

Surah Al-Ashr Jadi Pengingat, Dr Marzuki Ajak Umat Manfaatkan Waktu Sebaik Mungkin

SERAMBINEWS.COM - Dalam ajaran Islam, waktu merupakan salah satu nikmat terbesar yang diberikan Allah SWT kepada manusia.

Namun, tidak sedikit orang yang baru menyadari pentingnya waktu ketika usia terus bertambah, kesehatan mulai berkurang, atau kesempatan hidup telah berlalu.

Hal tersebut disampaikan Pengurus DPP Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh yang juga dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Dr Marzuki Abubakar, mengenai pentingnya memanfaatkan waktu untuk amal ibadah dan kebaikan.

Ia mengatakan banyak orang tidak menyadari betapa cepat waktu berlalu hingga akhirnya merasa hari-hari berjalan sangat singkat. 

“Kita sering mendengar orang berkata, ‘tidak terasa sudah malam lagi’ atau ‘tidak terasa anaknya sudah besar’. Sebenarnya bukan tidak terasa, tetapi memang waktu berjalan begitu cepat,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).

Alumni Dayah Darul Aman Limpok Darussalam itu menjelaskan, ada orang yang merasa waktu berjalan cepat karena kelalaian dan terlalu banyak menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, seperti bermain gim, menonton film, berselancar di media sosial, hingga menghabiskan waktu di warung kopi tanpa tujuan yang jelas.

“Ada juga waktu terasa cepat yang disebabkan oleh kesibukan, banyak pekerjaan diniawi maupun ukhrawi yang ia lakukan, sehingga waktu terasa berlalu begitu cepat,” ungkap Dr Marzuki.

Ia mengatakan, pentingnya waktu bahkan ditegaskan Allah SWT dalam Al-Quran melalui Surah Al-Ashr ayat 1 dengan firman-Nya “Demi masa”. Dalam ayat berikutnya, Allah mengaitkan waktu dengan potensi kerugian yang dapat dialami manusia.

Menurutnya, seluruh manusia berpotensi mengalami kerugian apabila tidak memanfaatkan waktu dengan baik, baik kerugian di dunia maupun di akhirat.

Ia mencontohkan, banyak orang yang menyesal ketika dewasa karena semasa muda tidak memanfaatkan waktu untuk belajar atau sekolah dengan baik sehingga kehilangan kesempatan memperoleh pekerjaan yang lebih baik.

Sementara itu, kerugian di akhirat, kata Dr Marzuki, digambarkan Allah dalam berbagai ayat Al-Quran tentang penyesalan manusia ketika kematian telah datang.

Ia mengutip sejumlah ayat, di antaranya Surah An-Naba’ ayat 40, Al-Mukminun ayat 99, Fathir ayat 37, dan Al-Munafiqun ayat 9, yang menggambarkan keinginan manusia untuk kembali ke dunia demi memperbaiki amal ibadah dan memperbanyak kebaikan.

Namun demikian, Dr Marzuki menegaskan tidak semua manusia akan merugi. Allah SWT telah memberikan pengecualian sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Ashr ayat 3,

yakni “kecuali (yang tidak akan rugi) adalah orang-orang yang beriman, beramal shaleh dan senantiasa saling nasehat menasehati untuk kebenaran dan senantiasa saling nasehat menasehati untuk kesabaran". 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved