Rabu, 3 Juni 2026

Video

VIDEO MUTIARA RAMADHAN - Pahala Berlipat Berbagi di Bulan Ramadhan

Para ulama kita menyebutnya imtitsalul awamir wajtinabun nawahi. Energi inilah yang mau kita serap

Tayang:

Suatu hari seorang ayah baru pulang bekerja naik motor. Terus dia berhenti di rumahnya.

Baca juga: Dilarang Puasa oleh Mandor, Bolehkah Berbohong Demi Ibadah? Ini Jawaban Buya Yahya

Dia lihat anaknya yang masih kecil sudah mandi, sudah rapi. Terus anaknya minta jajan.

Ayahnya kasih jajan sepuluh ribu.

Tidak lama sebelum anaknya pergi jajan datang pula tukang paket yang muncul ke rumah.

Lalu disebutkan harganya dan kelihatan uang ayahnya sudah tidak cukup atau uang besar yang tidak ada kembaliannya.

Maka akhirnya mau tidak mau ayahnya bertanya lagi kepada anaknya.

"Uang yang ayah kasih tadi, Dek, pinjamlah dulu. Nanti ayah ganti lagi uangnya."

Bayangkan tribuners. Saya cuma mau katakan begitu.

Uang yang tadi ayahnya kasih ke anaknya sepuluh ribu, dipegang oleh anaknya satu menit saja, anaknya sudah merasa memiliki uang itu.
Begitu ayahnya bilang pinjam, anaknya malah kasih peringatan:

"Awas ya Ayah tidak ganti." Nah betapa memang suasana tingkat rasa kepemilikan kita itu terlalu dominan.

Baca juga: Polsek Seunuddon Bagi Ratusan Takjil kepada Warga dan Buka Puasa Bersama dengan Yatim

Makanya salah satu amal yang spesialis, yang memang agak rumit melakukannya, rumit membangun aksesnya, itu adalah berbagi dan bersedekah.
Bayangkan.

Kalau hari ini kita niat sedekah, tapi kita tunda itu sedekahnya sampai besok, bisa saja ada yang berkurang.
Bisa jadi jumlahnya, bisa jadi suasana batinnya, bisa jadi keikhlasannya.

Dan inilah PR kita. Terus-menerus menerjemahkan Ramadhan satu bulan penuh ini supaya kita ini bukan hanya orang yang totalitas ritual saja yang hidup, tapi juga totalitas akselerasi amal sosial kita juga hidup.

Apa yang menjadi energi?

Energi itu pertama pahala. Yang jelas itu bicara hal yang immateri. Bahwa orang yang beramal di bulan Ramadhan dihitung, kalau dia beramal yang wajib dalam beberapa riwayat seratus kali lipat dihitung.
Kalau dia mengamal yang sunah maka seumpama nilai dan energinya seperti mengerjakan yang wajib.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved