Video
VIDEO MUTIARA RAMADHAN - Pahala Berlipat Berbagi di Bulan Ramadhan
Para ulama kita menyebutnya imtitsalul awamir wajtinabun nawahi. Energi inilah yang mau kita serap
Pertanyaannya, kita percaya tidak dengan ini?
Harus percaya. Karena memang keimanan itu menuntut kita untuk percaya. Yakin pada hal-hal yang kadang-kadang secara materi tidak bisa terukur dengan sempurna. Sehat itu kadang-kadang probabilitasnya tinggi.
Kita merasa satu bulan ini makanan kita tidak beres, tapi Alhamdulillah kita masih sehat. Makanya disebut sedekah itu sebenarnya mencegah seseorang dari bala.
Yang kedua, kita ini bekerja dengan tidak sempurna, tapi Alhamdulillah rezeki yang kita dapat walaupun tidak sebanyak yang lalu-lalu misalnya, tapi Allah beri kesempurnaan, kesesuaian.
Anak keturunan kita yang mungkin kadang-kadang saking repotnya kita bekerja kita tidak bisa akses bagaimana sekolahnya, bagaimana aktivitasnya, tapi Allah jaga mereka.
Tidak terkena musibah, sehat tetap, pekerjaannya baik, sekolahnya baik.
Saya kira itu output yang secara duniawi harus kita yakini keberadaannya.
Sehingga apapun nanti yang menjadi kesulitan, kalau kita bilang kekikiran kita yang masih merajalela, justru bisa dibantahkan dengan hal-hal yang immateri tadi yang kita anggap tidak ada alat ukurnya, tapi ternyata terjaga dengan sempurna di diri kita.
Tribuners yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta'ala,
Jadi semuanya ini ikhtiar sebenarnya. Di dalam Ali Imran ayat 26–27 Allah menyebut:
Bismillahirrahmanirrahim.
Tu'til mulka man tasya', wa tanzi'ul mulka mimman tasya'.
Wa tu'izzu man tasya', wa tuzillu man tasya'.
Biyadikal khair.
Innaka 'ala kulli syai'in qadir.
Saya mau ajak kita untuk mencoba menelaah.
Kata Allah, katakanlah ya Muhammad:
Allahumma malikal mulk.
Hanya Allah yang Maha memiliki dari kepemilikan yang manusia punya.
Berarti bicara absolutisme.
Kira-kira maksudnya begini: kita bisa merancang, tapi Allah yang menentukan.
Termasuk rancangan tentang hidup kita.
Bayangkan kalau pelit itu menjadi background hidup kita, padahal bersedekah dan berbagi itu adalah perintah Allah.
Berarti kita secara tidak sengaja keluar dari maunya Allah.
Dan hati-hati, Allah yang Maha memiliki.
Apapun kadang-kadang yang ditarik dari kita bukan jenis rezekinya, tapi kualitas rezekinya.
Sesuatu yang harusnya bermanfaat di kita malah sekarang tidak terasa manfaatnya.
Sesuatu yang harusnya masih berkontribusi kepada diri kita sudah tidak berkontribusi.
Berapa banyak harta yang kita miliki, mungkin dulu waktu mencarinya kita sangat susah payah, tapi hasilnya justru tidak sempurna kepada diri kita.
Nah inilah PR yang mau kita rajut supaya kita jangan sampai terjebak pada kekesalan di masa mendatang.
Dalam istilah Islam itu disebut muflis, orang yang bangkrut.
Siapa orang yang bangkrut?
Orang yang mengumpulkan amal tapi seimbang pula dengan kelalaiannya, seimbang pula dengan dosanya, seimbang pula dengan kesalahannya.
Oleh karena itu kata Allah, Dia yang memiliki kerajaan itu.
Dia bisa memberi kepada siapa yang Dia mau, Dia bisa mengambil lagi kerajaan itu.
Dia bisa memuliakan orang, Dia bisa menghinakan orang.
Karena yang Maha menentukan adalah Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Lalu Allah perkuat lagi. Allah bisa mengganti malam menjadi siang, siang menjadi malam, yang hidup menjadi mati, mati menjadi hidup.
Dan finishing dari ayat ini yang menarik, Allah sebut:
Aku bisa memberi rezeki kepada siapa pun yang Aku mau tanpa sebab akibat.
Pemirsa Tribun,
Saya mau ajak kita berpikir. Kalau begitu logikanya, ini matematika sedekah.
Kalau kita punya harta sepuluh, lalu kita keluarkan tiga di jalan yang hak, boleh saja dengan sedekah atau infak, karena pahalanya besar.
Maka sisa harta kita adalah tiga.
Kalau pakai matematika biasa 10 - 3 = 7. Tapi kalau pakai matematika sedekah 10 - 3 = 3.
Kenapa tiga?
Karena tujuh yang bersisa kita habiskan untuk urusan dunia.
Tapi tiga yang kita sedekahkan yang awalnya kita merasa itu hilang, sebenarnya menjadi nilai amal kita di sisi Allah.
Jadi memang suasana kebatinan itu penting kita miliki agar kita tidak terjebak dengan rasa capek pada kebaikan-kebaikan yang kita punya.
Ingat.
Salah satu kerumitan kita menjalani hidup sebagai orang taat adalah kita ini merasa capek jadi orang baik.
Merasa capek berbuat baik dan tidak betah menjalani kebaikan.
Kenapa? Karena kita menganggap hasil dan feedback-nya tidak jelas.
Jangan capek menjadi orang baik dan orang taat.
Sebab kehidupan kita ini alat ukurnya bukan hanya tentang kepentingan kita, tapi juga kepentingan apa yang Allah perintahkan kepada kita dan apa yang Allah larang dalam perjalanan hidup kita.
Tribuners yang dirahmati Allah,
Oleh karena itu ayo kita isi Ramadhan ini dengan sebenar-benarnya.
Pastikan saja bahwa kita ini walaupun tidak maksimal bisa mengisi Ramadhan ini dengan sempurna setelah kita kalkulasi.
Setidaknya kita jangan jadi orang yang zonk.
Orang yang merasa bahwa mengerjakan Ramadhan ini hanya interaksi-interaksi yang sangat simbolik.
Kita terjebak dengan ritme kebiasaan saja, tapi suasana amaliyahnya tidak ada.
Berbuka iya, tapi kita puasa tidak. Kita banyak rezeki tapi sedekahnya tidak.
Kita ikut war takjil tapi kita tidak pernah menikmati bagaimana sebenarnya bersabar menjadi orang yang berpuasa.
Hati-hati.
Ayo kita geser paradigma berpikir kita.
Ramadhan ini kita jadikan sebagai ruh pertama ritual, yang kedua ruh muamalah.
Berbagi. Dan ingat di bulan Ramadhan ini Allah besarkan pahala kepada siapa pun yang mau berbagi, berinfak, bersedekah.
Karena ingat, setelah kita wafat maka pahala dan kebaikan itulah yang menjadi sahabat sejati sampai kita di yaumul hisab nanti.
Terima kasih.
Semoga yang saya sampaikan bisa bermanfaat.
Sehat semua kita dan selalu dalam lindungan Allah.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(*)
| VIDEO Serangan Balasan Iran Disebut Hancurkan Puluhan Pangkalan AS di Timur Tengah |
|
|---|
| VIDEO Iran Ancam Terjunkan Tentaranya ke Lebanon Hancurkan Pasukan Israel |
|
|---|
| VIDEO Rudal Iran Hujani 20 Pangkalan Militer AS hingga Hancur Lebur |
|
|---|
| VIDEO Jika Serang Beirut, Pasukan Iran Tak Segan 'Invansi' Wilayah Israel |
|
|---|
| VIDEO Iran Kecam Serangan Mematikan Ukraina ke Kampus Rusia |
|
|---|