Rabu, 10 Juni 2026

Video

VIDEO - Kasad Maruli Resmikan Jembatan Garuda di Aceh Utara

Maruli menegaskan bahwa pembangunan jembatan gantung tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana penghubung wilayah

Tayang:
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: m anshar

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zaki Mubarak | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, ACEH UTARA - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bersama Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil meresmikan jembatan darurat gantung di Desa Lhok Kuyun, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Senin (9/3/2026).

TNI Angkatan Darat meluncurkan 200 titik Jembatan Garuda Merah Putih. Maruli bersama rombongan berangkat dari Jakarta sejak pagi dan tiba di Bandara Malikussaleh pukul 12.30 WIB. Kemudian pukul 13.30 WIB melanjutkan perjalanan ke Sekolah Dasar Negeri 7 Geleh Dagang, Kecamatan Sawang. Di sekolah tersebut, Maruli mengelilingi gedung sekolah dan menyapa para murid.

TNI Angkatan Darat melalui program Jembatan Garuda membangun 11 jembatan perintis (gantung) di berbagai wilayah Provinsi Aceh untuk membuka akses transportasi masyarakat yang sebelumnya terisolasi akibat kerusakan infrastruktur pascabencana. Program tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah daerah di Aceh dalam beberapa waktu terakhir.

Maruli menegaskan bahwa pembangunan jembatan gantung tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana penghubung wilayah, tetapi juga sebagai upaya mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat. Menurutnya, jembatan bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi simbol hadirnya negara untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan dan perekonomian rakyat dapat pulih.

Sebanyak 11 jembatan gantung tersebut dibangun di sejumlah daerah, yakni Desa Ara dan Desa Blang Awe di Pidie Jaya, Sungai Lhok Kuyun, Gampong Teungoh, dan Blang Teurekan di Aceh Utara. Kemudian Sungai Tamiang di Aceh Tamiang, Sungai Pante Kera di Aceh Timur, Desa Baro Yaman di Pidie, serta di Aceh Barat, Kajeung Aceh Tenggara, Kali Alas Aceh Tenggara, dan Burni Bius Aceh Tengah.

Pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat menuju sekolah, pasar, fasilitas kesehatan, serta pusat kegiatan ekonomi lainnya. Maruli menegaskan bahwa TNI AD akan terus berperan aktif membantu pemerintah daerah mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.

Maruli bersama rombongan juga melaksanakan safari Ramadhan keliling, sekaligus meluncurkan 200 titik Jembatan Garuda Merah Putih. Kegiatan ini termasuk meninjau pembangunan infrastruktur percepatan pemulihan sekolah terdampak bencana di Sumatera dan Aceh.

Maruli mengatakan, kunjungan ini sekaligus meninjau kondisi bangunan sekolah dan jembatan serta menerima masukan dalam percepatan pemulihan. Pihaknya memprioritaskan jembatan di daerah terdampak bencana. Dari sekitar 480 titik yang sudah disurvei, ditemukan banyak perubahan sehingga perlu dilakukan peningkatan kualitas jembatan dan sekolah.

Menurutnya, jembatan yang telah dibangun oleh TNI AD sangat membantu masyarakat, khususnya di daerah yang terdampak bencana. Daerah yang sebelumnya terputus sekarang sudah terhubung. Bahkan masyarakat banyak meminta agar dibangun jembatan yang dapat dilintasi kendaraan.

Maruli menambahkan, pekerjaan TNI AD selalu dilaksanakan dengan bergotong royong bersama masyarakat dan pemerintah daerah. Pihaknya melaksanakan perintah untuk membangun jembatan bailey secara berkelanjutan. Jembatan bailey merupakan jembatan darurat yang cukup kuat dan dapat bertahan lama, meskipun tidak permanen seperti jembatan beton. (*)

Narator: Syita

Video Editor: Muhammad Anshar

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved