Selasa, 28 April 2026

Video

VIDEO - Inggris Balas Ancaman Trump Keluar dari NATO, Tolak Terseret Perang Iran

Starmer menambahkan bahwa stabilitas kawasan dan keselamatan warga Inggris menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan luar negeri

SERAMBINEWS.COM - Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, merespons pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengancam akan keluar dari NATO.

Starmer menegaskan bahwa Inggris tetap berkomitmen penuh terhadap aliansi tersebut yang dinilainya telah menjadi pilar utama keamanan global selama puluhan tahun.

“Pertama, NATO adalah aliansi militer paling efektif di dunia dan telah menjaga keamanan kita selama beberapa dekade. Kami sepenuhnya berkomitmen pada NATO,” ujar Starmer, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Iran Tetapkan Tarif Tinggi Lewati Selat Hormuz, Per Kapal Dikenakan Rp 33 Miliar

Ia juga menegaskan bahwa Inggris tidak akan ikut terseret dalam konflik dengan Iran, meskipun ada tekanan dari pihak AS.

“Kedua, apa pun tekanan yang saya atau pihak lain terima, apa pun situasinya, saya akan tetap mengambil keputusan berdasarkan kepentingan nasional Inggris,” lanjutnya.

Starmer menambahkan bahwa stabilitas kawasan dan keselamatan warga Inggris menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan luar negeri yang diambil pemerintahnya.

Ia menekankan bahwa keputusan untuk tidak terlibat dalam konflik bukan berarti melemahkan hubungan dengan sekutu, melainkan bagian dari strategi menjaga kepentingan nasional secara jangka panjang.

Di sisi lain, pernyataan Trump yang mengancam keluar dari NATO memicu kekhawatiran di kalangan sekutu Barat mengenai soliditas aliansi tersebut di tengah meningkatnya ketegangan global.

Baca juga: Inggris Kumpulkan 40 Negara untuk Buka Selat Hormuz yang Dikuasai Iran di Tengah Perang Berkecamuk

Sejumlah pihak menilai, perbedaan sikap antara AS dan negara-negara Eropa terkait konflik Iran berpotensi memperlebar jarak dalam kerja sama militer yang selama ini telah terbangun.

Meski demikian, Inggris menegaskan akan tetap memainkan peran aktif dalam NATO, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan Eropa dan sekitarnya.

Pemerintah Inggris juga terus mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi guna mencegah eskalasi yang lebih luas.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved