Jumat, 5 Juni 2026

Video

VIDEO - Iran Hadang Armada AS di Hormuz, 15 Kapal Perang & Jet Siluman F-35 Dikerahkan

Ebrahim Zolfaqari, memperingatkan bahwa tindakan AS dapat memicu konsekuensi luas di kawasan.

Tayang:

SERAMBINEWS.COM - Ketegangan di kawasan Selat Hormuz kian memuncak setelah Amerika Serikat mengerahkan kekuatan militer besar-besaran ke dekat wilayah Iran.

Komando militer AS, United States Central Command (CENTCOM), mengonfirmasi bahwa operasi blokade terhadap Iran telah dimulai sejak Senin (13/4/2026). Langkah ini dilakukan setelah perundingan antara kedua negara di Islamabad gagal mencapai kesepakatan.

Dalam operasi tersebut, lebih dari 15 kapal perang dikerahkan, termasuk kapal serbu amfibi USS Tripoli (LHA-7) yang membawa jet tempur siluman F-35B Lightning II serta pesawat angkut tiltrotor Bell Boeing V-22 Osprey.

Baca juga: Muncul Opsi AS Tawarkan Jeda Sementara Nuklir Iran Selama 20 Tahun, Teheran Menolak

Blokade ini disebut menargetkan kapal-kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran, termasuk di kawasan Teluk Persia dan Teluk Oman. Namun, AS menyatakan tidak akan mengganggu kapal yang melintas dari pelabuhan non-Iran.

Di sisi lain, Iran merespons keras langkah tersebut. Melalui juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaqari, Teheran memperingatkan bahwa tindakan AS dapat memicu konsekuensi luas di kawasan.

Ia menegaskan bahwa keamanan di Teluk Persia dan Laut Oman merupakan tanggung jawab bersama, dan tidak boleh dimonopoli oleh satu pihak.

“Iran akan memastikan bahwa jika pelabuhan kami tidak aman, maka tidak ada pelabuhan di kawasan yang akan aman,” tegasnya.

Pernyataan ini menandakan kesiapan Iran untuk menghadapi tekanan militer AS, sekaligus meningkatkan kekhawatiran akan potensi bentrokan terbuka di salah satu jalur energi paling vital di dunia.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved