Breaking News
Sabtu, 25 April 2026

Video

VIDEO - Berkunjung ke Tembok Besar China, Salah Satu Keajaiban Dunia

Keindahan Mutianyu berubah mengikuti musim, bagai hijau segar di musim semi, warna-warni hangat di musim gugur, dan putih bersih saat musim dingin.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Zainal Arifin | Beijing, China

SERAMBINEWS.COM - Tembok Besar China, atau The Great Wall of China, adalah destinasi yang tak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Beijing. Dibangun secara bertahap sejak abad ke-3 SM hingga abad ke-17 M, tembok ini merupakan proyek pertahanan raksasa yang dirancang oleh berbagai dinasti Tiongkok untuk melindungi wilayah kekaisaran dari serangan suku-suku nomaden seperti Xiongnu dan Mongol.

Dengan panjang lebih dari 20.000 kilometer, Tembok Besar China dinobatkan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Namun, tidak semua bagiannya terbuka untuk publik. Di wilayah Beijing saja, terdapat sekitar 10 segmen tembok, dan beberapa di antaranya telah dibuka untuk wisatawan.

Pada Minggu, 19 Oktober 2025, saya bersama CEO PT Trans Continent Ismail Rasyid, putranya Jibril Gibran, serta dua sahabatnya Abdul Jalil dan Zulfikar, berkesempatan menjelajahi salah satu bagian yang paling populer: Mutianyu Great Wall. Terletak sekitar 1,5 jam perjalanan dari pusat kota Beijing, Mutianyu menawarkan pemandangan spektakuler dari atas bukit yang dikelilingi pepohonan.

Baca juga: VIDEO - Jalan-jalan di Tiananmen, Lapangan Bersejarah di Cina

Keindahan Mutianyu berubah mengikuti musim, bagai hijau segar di musim semi, warna-warni hangat di musim gugur, dan putih bersih saat musim dingin. Oktober menjadi waktu yang ideal untuk berkunjung, terutama bagi wisatawan dari daerah tropis. Suhu saat itu berkisar antara 2 hingga 6 derajat Celsius, cukup sejuk namun masih nyaman untuk beraktivitas.

Fasilitas wisata di Mutianyu terbilang lengkap. Untuk menghemat tenaga, kami memilih naik kereta gantung menuju puncak tembok. Tiket masuk dan kereta gantung kami beli secara online untuk menghindari antrean panjang di loket. Biayanya sekitar Rp 450.000 per orang, sudah termasuk akses kereta gantung.

Berikut liputan wartawan Serambinews.com, Zainal Arifin, bersama Ismail Rasyid dan pemandu wisata lokal dari Beijing, yang menghadirkan pengalaman autentik menjelajahi salah satu mahakarya arsitektur dunia.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved